BARCELONA, SPAIN - JANUARY 25: Philippe Coutinho of FC Barcelona substitutes his teammate Andres Iniesta and makes his debut with FC Barcelona during the Spanish Copa del Rey Quarter Final Second Leg match between FC Barcelona and RCD Espanyol at Camp Nou stadium at Camp Nou on January 25, 2018 in Barcelona, Spain. (Photo by Alex Caparros/Getty Images)

Philippe Coutinho merasa perbandingan antara dirinya dan “si jenius” Andres Iniesta tidak sesuai karena ia ingin dikenal karena gaya permainannya sendiri.

Kedatangan Coutinho dari Liverpool pada jendela transfer Januari diterima secara luas untuk menempatkan pemain berkebangsaan Brasil itu di posisi terdepan untuk sebagai pewaris Iniesta.

Gelandang itu akhirnya memutuskan pindah ke Vissel Kobe pada akhir musim dan Coutinho masuk menggantikan posisi mantan pemain internasional Spanyol tersebut.

Tapi Coutinho, yang seperti Iniesta bisa bermain di lini serang dan lini tengah, membantah anggapan bahwa dia ingin mengikuti langkah si pemain 34 tahun.

“Andres adalah seorang jenius, perbandingan antara kami sangat sulit,” kata Coutinho pada konferensi pers menjelang pertandingan Liga Champions antara Barca melawan PSV, dikutip Sky Sports. “Saya hanya ingin menjadi diri sendiri dan menang sebanyak yang saya bisa di sini.

“Saya mencoba bekerja keras terlepas dari posisi saya dan saya bekerja keras pada setiap aspek permainan saya, saya merasa lebih sebagai gelandang serang dan saya merasa nyaman di sisi kiri karena ini adalah tempat saya bermain paling banyak.

“Tujuan saya adalah memperbaiki segalanya dan jika saya ingin menjadi seperti Andres Iniesta, saya harus meningkatkan banyak hal.

“Pekerjaan pertama saya adalah membuat permainan dari lini tengah, di tengah itu lebih sulit karena saya harus memegang bola dan membantu rekan satu tim. Dalam serangan saya bisa berkontribusi untuk lebih banyak gol, tetapi saya akan melakukan pekerjaan apapun yang pelatih minta saya lakukan.”

Advertisement

Coutinho tidak bisa bermain untuk Barcelona di Liga Champions musim lalu karena ia sudah tampil untuk Liverpool pada awal kompetisi.

Barca kemudian dikejutkan Roma pada tahap perempatfinal, menyerahkan keunggulan 4-1 dari leg pertama saat mereka dikalahkan 3-0 di ibukota Italia.

“Sulit bagi saya pribadi dan bagi kami sebagai tim karena cara kami tersingkir, tetapi kali ini kami sangat bertekad,” tambah Coutinho. “Saya ingin membantu, tetapi saya tidak bisa. Saya menontonnya di TV, itu sangat sulit.

“Tahun lalu saya tidak bisa bermain dan saya tak sabar untuk tampil di Liga Champions. Barcelona berjuang untuk semua kompetisi tetapi Liga Champions adalah yang terbesar dan kami akan melakukannya.

“Kami belum menang dalam beberapa tahun tetapi kami memiliki pemain dan kami lapar untuk pergi ke sana dan memenangkannya.

“Kami harus terus bekerja keras dan semuanya dimulai sekarang di Liga Champions.”

Advertisement
Comments