Marcel Desailly

Marcel Desailly mendesak Paul Pogba dan N’Golo Kante untuk menemukan kembali performa terbaik di level klub dalam upaya untuk membantu Prancis untuk menghadapi Piala Dunia yang akan datang.

Pogba masih mengalami masalah konsistensi di Manchester United setelah kembali ke Old Trafford dari Juventus pada Agustus 2016, dan dirinya bahkan ditinggalkan dari peran reguler oleh manajer Jose Mourinho dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu Kante belum mencapai bentuk terbaiknya untuk Chelsea setelah dua musim menjadi bintang lapangan yang melihatnya memenangkan gelar Premier League bersama Leicester City dan kemudian The Blues.

Dalam pertandingan terakhir di laga persahabatan, Pogba memberi peringatan tentang apa yang dia mampu lakukan ketika mencetak gol dan assist dalam kemenangan 3-1 atas Rusia di St Petersburg pada hari Selasa.

Dan Desailly (juara Piala Dunia dan Euro bersama Les Bleus) tahu betapa pentingnya bagi dua pemain ini untuk berada dalam kondisi puncak di Rusia.

“Itu adalah masalah, mereka tidak bisa menjalani musim yang hebat untuk klub mereka masing-masing,” kata pria 49 tahun itu kepada Omnisport (30/3/2018)

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa mereka secara sukarela tidak memberikan segalanya, termasuk memikirkan Piala Dunia.

“Semuanya akan ditentukan oleh cara mereka mempersiapkan diri menjelang Piala Dunia, secara fisik dan mental, untuk mendapatkan kembali momentum terbaik.

“Mereka tidak memiliki apa-apa lagi untuk membuktikan diri karena mereka berdua pemain kelas dunia yang berpengalaman, tetapi mereka perlu membawa momentum positif bagi tim ini.”

Sementara Piala Dunia semakin dekat, perhatian kini beralih ke akhir musim di level klub, dengan Zinedine Zidane (mantan rekan setim Desailly) berusaha membimbing Real Madrid meraih mahkota ketiga Liga Champions berturut-turut.

“Saya senang dia merasa nyaman, dia tahu waktu yang sulit untuk mengakui bahwa (perburuan gelar) liga sudah hilang bagi mereka,” kata Desailly tentang Zidane.

“Mereka sedikit berjuang tetapi dia (Zidane) mampu membalikkan tren saat ini untuk mengalahkan Paris Saint-Germain dengan permainan taktis yang luar biasa,” tambahnya, mengacu pada babak 16 besar Liga Champions.

“Dia memilih pemain muda, lebih fokus dan disiplin mengenai aspek taktis dari permainan.”

Meskipun mendukung Zidane, Desailly berharap yang tampil di final antara Pep Guardiola (Manchester City) dan Jupp Heynckes (Bayern Munich), yang memenangkan kompetisi dengan Die Roten di musim 2012-13.

“Kami ingin melihat beberapa wajah baru,” tambahnya. “Kami mencintai Real Madrid karena Zidane tetapi kami juga akan menyukai final yang hebat seperti (Manchester) City versus Bayern.

“Ini akan menjadi situasi baru dan memberikan penghargaan kepada klub-klub yang berkomitmen dan mempertahankan filosofi mereka seperti Bayern.”

Comments