Corentin Tolisso mengatakan dia telah belajar dari kesalahan yang dibuat dalam pertandingan pembuka Piala Dunia melawan Australia dan berharap mendapatkan kesempatan lain ketika Les Bleus menghadapi Denmark.

Gelandang Bayern Munich itu menjadi starter melawan Socceroos tetapi ditarik 12 menit kemudian, hanya 3 menit sebelum Prancis menjaringkan gol kemenangan dari bunuh diri Aziz Behich.

Dia kemudian dicadangkan dalam kemenangan 1-0 atas Peru dengan Blaise Matuidi menjadi starter dan bermain mengesankan ketika pasukan Didier Deschamps mengamankan tempat di babak 16 besar.

Meskipun dia mengerti mengapa Matuidi mendapatkan panggilan, Tolisso tetap optimis dia akan memenangkan tempatnya kembali untuk pertandingan terakhir Grup C di Moscow.

Dia berkata: “Saya menyaksikan penampilan saya melawan Australia dan saya melihat perbedaan ketika Blaise masuk sehingga masuk akal jika dia bermain.

“Jika itu adalah kebalikannya, saya akan berharap bermain melawan Peru. Tapi tidak ada yang dilakukan. Saya masih ingin bermain di Piala Dunia. Jika saya mendapat kesempatan saya harus menunjukkan ke pelatih kemampuan saya, saya bisa lebih baik.”

Jika Deschamps memutuskan untuk mengubah komposisi lini tengahnya lagi, Tolisso akan terlihat bermain dengan kebebasan yang lebih besar daripada yang dia lakukan di laga pembuka di Kazan.

“Saya harus bermain bebas, seperti yang saya lakukan di pertandingan sebelumnya di tim Prancis,” tambahnya. “Piala Dunia adalah turnamen penting dan saya harus memainkan sepakbola dengan fokus. Saya telah menganalisis pertandingan melawan Australia dan saya tahu apa yang tidak boleh dilakukan lagi.”

Di sisi lain dari kubu lawanm, Kasper Dolberg berharap bisa tampil bersama Denmark. Striker Ajax itu belum turun ke lapangan tetapi ada banyak pendapat di kalangan penggemar bahwa pemain muda itu harus dimainkan.

Dolberg, 20, mengaku frustrasi karena kurangnya waktu bermain, tetapi tidak mengkritik keputusan Age Hareide.

“Saya pikir Anda harus kecewa jika Anda tidak bermain,” katanya kepada surat kabar Denmark Ekstrabladet. “Bukan karena saya pikir saya pantas mendapatkannya lebih dari Cornelius. Saya hanya harus memahami bahwa Age berpikir itulah yang dibutuhkan dalam pertandingan.

“Tentu saja saya ingin diberi kesempatan tetapi kita harus melihat apa yang terjadi nanti.”

 

PEMAIN KUNCI

Denmark – Christian Eriksen

Sebuah gol yang fantastis, Eriksen menaklukkan gawang Australia dan akan berharap untuk menunjukkan kemampuannya melawan lini tengah Prancis. Pemain andalan Tottenham itu telah mencetak 17 gol dalam 20 penampilan terakhir untuk Denmark.

 

Prancis – Olivier Giroud

Striker Chelsea ini absen dalam kemenangan atas Australia, tetapi terbukti sebagai titik fokus penting dari serangan Deschamps dalam kemenangan atas Peru. Giroud telah mencetak 3 gol melawan Denmark, yang paling baru adalah 2 gol dalam kemenangan 2-1 pada Oktober 2015.

 

FAKTA

  • Denmark dan Prancis telah bertemu dua kali di Piala Dunia dan sama-sama terjadi di fase grup, Prancis menang 2-1 pada 1998 dan Denmark menang 2-0 pada 2002.
  • Denmark dan Prancis bertemu di turnamen besar 6 kali setelah Euro 1984, Euro 1992, Piala Dunia 1998, Euro 2000 dan Piala Dunia 2002. Prancis memenangkan 3 dari 5 turnamen sebelumnya.
  • Prancis telah memenangi 6 dari 7 pertandingan terakhir melawan Denmark (L1), dengan satu-satunya kekalahan dalam pertandingan itu terjadi di Piala Dunia 2002.
  • Jika Denmark diberikan penalti dalam pertandingan ini, maka untuk pertama kalinya di setiap grup Piala Dunia ada catatan penalti.
  • Kylian Mbappe bisa menjadi remaja pertama yang mencetak gol di lebih dari satu pertandingan Piala Dunia sejak Michael Owen melakukannya pada tahun 1998.
Comments