Bursa transfer bulan Januari lalu masih menyisakan cerita menarik seputar kepindahan pemain. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kepindahan bek Jiangsu Suning, Trent Sainsbury, ke Internazionale Milan. Bagaimana proses terjadinya lonjakan karir yang begitu dahsyat bagi pemain tim nasional Australia tersebut? Begini kisahnya

Trent Sainsbury pastinya tidak akan pernah menyangka dirinya dapat bermain di salah satu klub raksasa Eropa. Maklum, pemain berusia 25 tahun tersebut baru memperkuat tiga klub sepanjang karirnya; dimulai dari Central Coast Mariners, kemudian PEC Zwolle, dan berlanjut ke Jiangsu Suning. Meski cukup banyak mengumpulkan jam terbang, namun jika ditilik, ketiga klub tempat ia bermain bukanlah tim papan atas di liga yang juga dapat dikatakan semenjana. Namun Sainsbury memang memiliki kemampuan yang mumpuni. Buktinya ia telah dipercaya menjadi bek sentral tim nasional Australia sejak tahun 2014 silam, dengan 21 caps dan 1 gol.

Advertisement

Namun tetap saja kepindahan dari klub liga China Jiangsu Suning ke Internazionale Milan yang menempati peringkat 4 sementara Serie A merupakan lonjakan yang cukup dahsyat. Kabarnya, pelatih Inter Stefano Pioli memang telah memonitor sang pemain di beberapa pertandingan. Sainsbury diplot untuk menjadi pengganti Andrea Ranocchia yang tengah merumput di Liga Inggris bersama Hull City dengan status pinjaman.

Kepindahan Trent Sainsbury disambut dengan gegap gempita oleh Australia, namun publik sepakbola Eropa, terutama Italia, masih meragukan kemampuan sang pemain dan mengukur seberapa pantas ia berlaga di salah satu liga terbaik dunia. Bahkan tersiar kabar bahwa kepindahan ini dapat terjadi semata karena Suning memang merupakan salah satu pemilik saham terbesar di klub Intermilan.

Apakah Trent Sainsbury dapat membuktikan kualitasnya?

Advertisement
Comments