Zlatko Dalic mengatakan dia bisa melatih Brasil atau Barcelona tetapi Kroasia akan selalu menjadi pekerjaan favoritnya setelah negara itu mencapai final Piala Dunia 2018.

Kroasia membuat sejarah di bawah kepemimpinan Dalic setelah penampilan final Piala Dunia pertama di Rusia, di mana mereka kalah 4-2 dari Prancis di pertandingan yang cukup sengit.

Dalic dan Kroasia membuat banyak orang kagum dengan pencapaian sekarang ini dan bagaimana tim tampil solid sepanjang turnamen, sementara para pemain negara Balkan disambut oleh sekitar setengah juta penggemar di jalan-jalan Zagreb, setelah kembali ke rumah dan disambut dengan hangat meski gagal memenangkan kejuaraan.

Berkaca pada perkembangan Kroasia di Piala Dunia, Dalic mengatakan dalam pidato yang emosional: “Saya bisa menjadi pelatih Brasil atau Barcelona tetapi ini akan selalu menjadi pekerjaan favorit, untuk memimpin tim nasional Kroasia melangkah tinggi.

“Masih ada kesedihan karena kami memiliki peluang besar memenangkan trofi. Tetapi jika seseorang menawarkan saya untuk berada di final sebelum Piala Dunia, kami telah mengambilnya.

“Tim kami benar-benar luar biasa, saya sangat menyukai kerjasama tim ini terlepas dari harapan dan hasilnya.

“Ini adalah tim dengan banyak bakat dan salah satu era dimana Kroasia menunjukkan banyak inspirasi sehingga tidak ada yang memperkirakan sampai ke final.”

Dalic – yang berhasil di sepakbola Asia di mana ia membawa klub besar UEA Al Ain ke final AFC Champions League 2016 – menggantikan Ante Cacic pada bulan Oktober saat Kroasia kesulitan untuk lolos dari kualifikasi Piala Dunia.

Pria 51 tahun itu mengawasi perubahan nasib timnya, membimbing Kroasia melewati Yunani di babak play-off sebelum negara itu membuat tanda mereka di Rusia.

Dan membuat kilas baik tentang perjuangan anak-anak asuhnya, Dalic menjelaskan: “Ini adalah momentum penting untuk karir saya sebagai pelatih, saya sangat senang dengan apa yang ditunjukkan semua pemain.

“Kami bukan unggulan tapi bisa ke tahap ini, kami membuat kejutan dan ini menjadi Kroasia terbaik sepanjang sejarah, dan saya siap untuk memberikan sesuatu di kompetisi berikutnya.”

Comments