Mahmoud Eid menjadi tumpuan Persebaya Surabaya dalam Liga 1 2020. Sempat bermain beberapa kali bersama Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid mengaku memiliki banyak momen indah bersama tim dan Bonek. Namun, Mahmoud Eid mengaku merasakan hal tidak mengenakan paska Liga 1 2020 ditunda akibat pandemi Covid-19.

Mahmoud Eid merupakan pemain asing anyar di awal musim Liga 1 2020 lalu. Pemain yang memiliki darah Palestina ini, berposisi sebagai seorang gelandang. Namun, Mahmoud Eid pun bisa bermain sebagai seorang penyerang.

Liga 1 2020 sempat bergulir 3 pekan. Mahmoud Eid menjadi salah satu pemain yang memberikan kontribusi besar pada permainan Persebaya Surabaya. Sebelumnya, Mahmoud Eid membawa Persebaya menjadi juara Piala Gubernur Jatim 2020.

Sempat membela Persebaya 3 bulan, Mahmoud Eid mengaku mendapatkan banyak momen indah, baik bersama tim maupun Bonek, fans fanatik Persebaya Surabaya. Mahmoud Eid senang dengan dukungan dari Bonek.

Advertisement

“Yang pasti tiga bulan pertama adalah momen yang paling tidak bisa saya lupakan. Saya punya banyak momen yang indah bersama tim, suporter dan semuanya. Semua orang yang mendukung saya, menyambut saya dengan baik bahkan menerima saya. Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya saya melihat antusiasme suporter Indonesia khususnya Surabaya sangat besar. Bahkan kita bisa mempersembahkan piala turnamen pramusim,” ujar Mahmoud Eid, dikutip Bolazola dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Namun, pandemi Covid-19 merubah segalanya. Mahmoud Eid mengaku tidak enak dengan penundaan Liga 1 2020. Mahmoud Eid mengaku Liga 1 2020 tidak jelas usai kompetisi kembali ditunda.

“Tapi semua berubah saat pandemi datang. Bagaimana ya rasanya, sangat tidak enak lah pastinya. Saya ingin liga dilanjutkan tapi malah sekarang kondisinya seperti makin tidak jelas,” tambah Mahmoud Eid.

Advertisement
Comments