Mundur ke akhir 2017 dan banyak yang memandang Cristiano Ronaldo mengalami penurunan drastis dalam karirnya.

Striker asal Portugal itu hanya mencetak 4 gol di awal La Liga saat Barcelona semakin dekat untuk memenangkan gelar, meskipun ia mencetak 9 gol di Liga Champions, sampai akhirnya kritik dan klaim negatif disematkan pada pemenang Euro 2016 itu.

“Saya tidak setuju dengan apa yang dikatakan orang tentang saya,” kata Ronaldo kepada L’Equipe pada November lalu. “Orang-orang tidak tahu perbedaan antara bermain dengan baik, bermain dengan baik dan tidak mencetak gol.

“Saya dilihat sebagai mesin gol, seperti seorang pria yang harus mencetak gol sepanjang waktu. Jika itu tidak terjadi, tidak ada yang peduli jika saya bermain bagus atau tidak, saya hanya dinilai dengan mencetak gol.

“Saya menerima kritik, tapi saya tidak setuju dengan itu dan itulah mengapa saya menghindari membaca atau mendengar apa yang dikatakan tentang saya. Tapi saya tidak punya pilihan selain menerimanya, saya tidak bisa mengendalikan dunia.”

Ronaldo mengakhiri musim dengan 44 gol di semua kompetisi ketika Real Madrid mengklaim mahkota Eropa ketiga berturut-turut dan pemenang Ballon d’Or lima kali itu telah membawa performa luar biasa ke Rusia.

Pemain berjuluk CR7 itu memimpin Portugal ke hasil imbang 3-3 dengan Spanyol di pertandingan pembuka Piala Dunia 2018.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah hat-trick di usianya, dimana dia menentang usianya untuk membuat seorang Sergio Ramos tidak berdaya di Fisht Stadium di Sochi.

Sepasang gol pada babak pertama diakhiri oleh tendangan bebas di menit-menit akhir saat Ronaldo menjadi pencetak gol hat-trick tertua di Piala Dunia.

“Dia semakin baik dengan usianya,” kata Bernardo Silva. “Dia menjadi pembeda sekaligus pemimpin tim.”

Tidak hanya di sana, Ronaldo memecahkan rekor lebih ketika ia mengangkat sang jawara Eropa mengalahkan Maroko pada pertandingan kedua.

Sebuah sundulan sudah cukup bagi Ronaldo untuk menjadi pencetak gol terbanyak dari negara Eropa dalam sejarah internasional, melampaui Ferenc Puskas dengan raihan 85 gol.

“Cristiano, dia seperti anggur, dia tahu bagaimana menua dengan baik,” kata pelatih Portugal Fernando Santos. “Kecakapan fisiknya, strateginya … dia terus berkembang karena dia tahu sendiri apa yang bisa dia lakukan.

“Dia tidak mau melakukan hari ini tentang apa yang dia lakukan empat tahun lalu. Dalam waktu empat tahun dia tidak akan melakukan apa yang dia lakukan hari ini.”

Pertandingan grup ketiga sekaligus terakhir tidak berjalan sesuai rencana karena Ronaldo gagal mengeksekusi penalti dalam hasil imbang 1-1 melawan Iran, tetapi kapten Portugal itu terus bersinar di antara pemain bintang-bintang di Rusia.

Dan Ronaldo kembali ke Sochi untuk pertandingan babak 16 besar hari Sabtu melawan Uruguay.

Meskipun ia tidak lagi menjadi pemain sayap yang lincah dengan kecepatan pada bola, , Ronaldo sekarang adalah salah satu striker terbaik dalam sepakbola.

Comments