Antonio Conte mengatakan bahwa rasa takut untuk dipecat oleh Chelsea tidak pernah mencengkeram dirinya. Setelah timnya membatalkan defisit melawan Watford untuk menang dengan skor 4-2 dan meredakan tekanan yang telah dibangun pada musim gugur yang sulit.

Sebuah kekalaan akan menjadi kebuntuan liga ketiga Chelsea secara beruntun dan bentuk tambal sulam mereka telah menarik kesejajaran yang jelas dengan pertahanan yang buruk pada musim 2015-16. Musim itu, Jose Mourinho tidak bertahan melampaui bulan Desember, Conte telah mengalami masa yang penuh dengan tekanan dengan disertai hasil buruk namun mengatakan bahwa dia tidak khawatir akan ancaman kehilangan pekerjaan.

“Saya merasakan banyak tekanan tapi bukan tekanan seperti in. Jika klub memutuskan untuk memecat saya, sejujurnya saya tidak merasakan tekanan tersebut. Saya percaya pada pekerjaan saya, saya mencoba memberikan segalanya untuk klub. Saya melakukan hal seperti pada musim lalu, saya melakukannya musim ini dan saya tidak akan pernah mengkhawatirkan hal seperti ini, tidak pernah,” ujar Conte.

Conte menjelaskan satu-satunya tekanan yang dia rasakan adalah memuaskan dukungan klub dan memberikan penghargaan kepada merka karena telah banyak bersabar. Mereka membutuhkannya pada suatu sore ketika Watford memiliki peluang untuk memainkan permainan di luar mereka dan oitu adalah pemain pengganti, Michy Batshuayi, yang berhasil mencetak gol dan mengubah permainan.

“Ketika anda bermain di tiga pertandingan dalam seminggu, dan menggunakan pemain yang sama, penting untuk membuat keputusan penting,” kata Conte tentang pergantian Batshuayi. “Terkadang keputusannya berhasil, terkadang tidak, tapi hari ini saya beruntung. Jika anda membandingkan musim ini dengan yang terakhir, Michy saat ini telah banyak bermain. Melawan CrystalPalace penampilannya tidak begitu bagus, tapi bukan hanya dia. Hari ini dampaknya luar biasa, penting dan kami harus terus tetap begini,” kata manajer asal Italia tersibut.

Dia memuji mentalitas yang ditunjukkan oleh pemainnya, yang menahan rentetan yang jarang dialami selama masa jabatannya di babak kedua. “Unutuk mengatasi momen seperti ini, akan membuat anda lebih kuat. Saat kami kalah 2-1, ini adalah momen yang sangat sulit, mungkin yang terburuk bagi kami dan kembali penting. Artinya pemain ini memiliki keinginan besar untuk tidak menerima situasi seperti ini,” pungkas Conte.

Comments