Setelah dipermalukan PSG di leg pertama dengan 4-0, Barcelona secara luar biasa bangkit dan menghajar tim asal Paris tersebut dengan skor super-telak 6-1. Kemenangan tersebut juga mencatatkan Barca sebagai tim yang melakukan comeback terdahsyat di kancah sepakbola.

Beruntunglah anda yang terjaga di depan layar kaca tadi pagi untuk menyaksikan laga Liga Champion antara Paris Saint Germain melawan Barcelona, karena anda baru saja menyaksikan sejarah tercipta. Barca yang sudah hampir dipastikan ‘masuk kotak’ dapat bangkit dengan gemilang dan mencukur habis sang lawan dengan skor 6-1 setelah sebelumnya harus rela terhempas 4-0 di Parc De Princes.

Barcelona mengawali pertandingan dengan meyakinkan, dan tetap memperagakan permainan menyerang dengan kombinasi umpan pendek dan panjang, sementara PSG berusaha tampil defensif dengan menutup rapat pertahanan untuk mempertahankan keunggulan. Baru 3 menit setelah kick off, Luis Suarez menceploskan bola ke gawang Kevin Trapp setelah komunikasi yang buruk antar pemain bertahan PSG. Asa tim tamu semakin pudar setelah Layvin Kurzawa mencetak gol bunuh diri dan memperpendek jarak agregat gol Barca menjadi 4-2, kedudukan pun bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, alih-alih bangkit, PSG semakin terpuruk ketika Thomas Meunier terpeleset dan menjatuhkan Neymar di kotak penalti. Sang megabintang Lionel Messi tak menyia-nyiakan kesempatan dari titik putih dan membuat Kevin Trapp kembali memungut bola dari gawangnya; 3-0 untuk Barcelona.

PSG mencoba untuk bermain lebih terbuka, dan membuahkan hasil ketika Edinson Cavani berhasil menuntaskan umpan heading Layvin Kurzawa dengan tendangan keras ke pojok atas gawang, jauh dari jangkauan Marc Andre Ter Stegen, agregat 5-3 untuk keunggulan PSG dan membuat mereka masih berpeluang besar untuk lolos.

Kemudian pada menit ke 88, Dewi Fortuna datang dengan kereta kuda dan bala tentaranya untuk memberi atmosfir keajaiban di seantero Camp Nou. Neymar melepaskan tendangan bebas yang melengkung cantik ke pojok kiri atas gawang Trapp yang hanya mampu menggapai angin, 5-4 agregat masih untuk keunggulan PSG, yang kini hanya perlu memarkir menara Eiffel untuk lolos dari medan perang.

Meski PSG telah bertahan sepenuh tenaga, Barcelona betul-betul tak terbendung. Hanya 2 menit berselang, Neymar kembali meniupkan harapan setelah dengan mantap melesakkan gol dari titik putih karena Suarez dijatuhkan bek PSG di dalam kotak 16 meter. Agregat 5-5 dan PSG hanya bergantung pada keunggulan gol tandang Cavani.

Namun Neymar Jr. membuktikan betul kelasnya pada malam itu. Bermain dengan tenang dan tak kenal lelah, akhirnya umpan lambung striker Brasil itu berhasil menembus lini pertahanan PSG yang sebenarnya sudah menutup rapat daerah kotak penalti di menit-menit akhir perpanjangan waktu. Pemain pengganti Sergi Roberto dengan lihai lolos dari kepungan dan menjatuhkan diri sembari menendang bola lepas dari halauan Kevin Trapp. 6-5 agregat dan 96,000 penonton yang memadati Camp Nou pun bergemuruh. Pemain cadangan dan ofisial tim berhamburan ke lapangan untuk merayakan salah satu comeback terbesar abad ini. Pelatih Luis Enrique terlihat mengepalkan kedua tangan, berteriak girang dengan mata berkaca-kaca. Ini adalah momen yang mungkin tak dapat lagi diulangnya bersama Barcelona, atau bahkan sepanjang karirnya kelak.

Pahlawan, juru selamat, raja dan kecupan Dewi Fortuna mewarnai pertandingan malam itu. Barcelona berhasil lolos dari lubang jarum dengan cara yang amat mengesankan.

Nothing is impossible! This is Football!!

 

Comments