Lionel Messi tidak bisa memenangkan Piala Dunia sendiri dan membutuhkan rekan setimnya di Argentina untuk meningkatkan permainan, kata Claudio Tapia.

Messi menjadi pemain yang paling menonjol saat Argentina dikalahkan 1-0 oleh Jerman di final Piala Dunia 2014, meninggalkannya tanpa medali pemenang yang akan memperkuat posisinya sebagai pesepakbola bersejarah setara Pele dan Diego Maradona.

Tapia (presiden Asosiasi Sepakbola Argentina) mengakui bahwa ini mungkin adalah kesempatan terakhir untuk si pemain berusia 30 tahun untuk memenangkan turnamen, tetapi mengatakan bahkan pemenang Ballon d’Or lima kali itu tidak akan bisa membawa Argentina menjadi juara jika rekan satu timnya tidak melakukan yang terbaik.

“Sepakbola adalah hal kolektif, olahraga berisi 11 pemain,” kata Tapia kepada La Nacion (13/4/2018). “Kami memiliki pemain terbaik di dunia tetapi kami harus membantunya, dia tidak bisa melakukannya sendirian.

“Dia sangat matang dan memiliki dia adalah hak istimewa. Dia nomor satu, dia memiliki ambisi dan kebutuhan untuk memenangkan Piala Dunia ini.

“Tapi dia tidak bisa berjalan sendiri, rekan-rekanya adalah hal penting untuk mencapai tujuan bersama. Tentu saja ini adalah tugas berat karena kami akan menjadi salah satu favorit dan itu cukup membebani.”

Juara dunia dua kali tersebut akan menghadapi Kroasia, Islandia dan Nigeria dalam fase grup sekaligus menjadi favorit dalam turnamen kali ini, tetapi Tapia mengatakan bahwa gagal mencapai semifinal bukan kegagalan bagi Argentina.

Sejak kepergian Alejandro Sabella setelah Piala Dunia 2014, Argentina telah dilatih oleh Gerardo Martino, Edgardo Bauza dan Jorge Sampaoli, dan Tapia tidak mengharapkan keajaiban dari nama yang terakhir.

“Kami satu-satunya tim yang memiliki tiga pelatih dan mencapai Piala Dunia,” Tapia menambahkan. “Tim-tim lain telah memiliki pekerjaan yang telah berlangsung selama empat tahun.

“Dengan Sampaoli, ada perubahan besar tapi kita tidak bisa berharap banyak. Dia baru beberapa bulan di dalam tim dan saya tidak ingin membebaninya dengan target terlalu tinggi.

”Tapi jika memang akhirnya kami bisa mencapai puncak pertandingan, akan ada kredit khusus untuk tim ini. Sekarang tim hanya perlu fokus dan kerja keras untuk mendapatkan targetnya.”

Comments