Patrick Kluivert dikenal sebagai salah satu striker paling mematikan di eranya, dan kini, darah serta bakat pria Belanda tersebut mengalir deras dalam diri sang putra, Justin Kluivert. Pemain muda yang kini memperkuat Ajax Amsterdam tersebut baru saja mencetak hattrick perdananya di tim inti, dan membuat banyak khayalak sepakbola mengenang kembali kejayaan sang ayahanda kala masih aktif menjebol gawang lawan.

Ajax beranjak naik ke peringkat dua klasemen sementara Eredivisie setelah melumat Roda JC dengan skor 5-1, dan 3 dari total jumlah gol itu diborong oleh pemain belia bernama Justin Kluivert. Ya, bagi penggemar sepakbola era 90’an pastinya sudah tidak asing dengan nama belakang pemuda tersebut. Justin memang merupakan anak kandung dari Patrick Kluivert. Hebatnya lagi, Kluivert junior sudah melampaui pencapaian sang ayah, yang diketahui tidak pernah mencetak tiga gol dalam sebuah pertandingan selama empat tahun berkiprah di Liga Belanda.

Dalam tayangan ulang pun terlihat Justin mencetak keseluruhan gol dengan aksi-aksi gentas; tidak ada satu pun yang tercipta dari bola muntah atau kemelut. Semuanya berasal dari aksi individu sang pemain, baik menggocek, melakukan umpan satu-dua, maupun melepas tembakan akurat dari samping luar kotak penalti.

Justin dan sang ayah, Patrick Kluivert; Mirip yah?

Sementara sang ayah, Patrick Kluivert, merupakan bagian dari ‘Generasi Emas’ Ajax Amsterdam di tahun 90’an bersama Edgar Davids, Clarence Seedorf, Frank dan Ronald de Boer serta Marc Overmars. Pria asal Belanda itu paling dikenal terutama lewat sundulan kepala yang jitu serta kecepatan mengejutkan bagi pemain berpostur tinggi besar sepertinya. Di Barcelona, Kluivert total bermain sebanyak 182 kali dan mencetak 90 gol.

Setelah hatrick briliannya, kini Justin Kluivert mulai menjadi incaran sejumlah klub top Eropa; diantaranya Tottenham dan Arsenal. Akankah ia mengikuti jejak sang ayah dan menaklukkan dunia? Kita nantikan perkembangannya!

https://www.youtube.com/watch?v=ITM7YyDhoIA

Comments