Pertandingan Malaysia melawan Indonesia berjalan rusuh. Terdapat beberapa suporter Indonesia yang mendapatkan tindakan kekerasan. Karena insiden tadi, PSSI resmi melaporkan Malaysia kepada AFC dan FIFA.

Laga Malaysia melawan Indonesia yang digelar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada Selasa (19/11) berjalan kurang kondusif. Terdapat beberapa insiden yang melibatkan suporter Malaysia dan Indonesia.

Mengetahui beberapa insiden tadi, PSSI secara resmi sudah melaporkan pihak Malaysia. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menjelaskan laporan ini karena terdapat insiden pelemparan petasan. Selain itu, terdapat pula penganiayaan kepada suporter Indonesia.

“Ada dua hal yang sedang kita lakukan. Pertama, terkait insiden yang terjadi saat pertandingan di stadion, seperti pelemparan petasan, kembang api atau bom asap yang dilakukan suporter tuan rumah, ini sudah kami laporkan. Sementara soal dugaan penganiyaan suporter Indonesia di luar stadion ini sedang kami dalami,” ujar Mochamad Iriawan, dikutip dari laman resmi PSSI.

Karena hal tadi, Mochamad Iriawan memastikan semua insiden terjadi dalam area pertandingan. Untuk yang terjadi di luar stadion, akan dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

PSSI juga sudah menerima laporan dan berkoordinasi, soal tiga suporter yang ditahan dan diperiksa karena menyebar berita bohong terkait isu terorisme. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) akan mengajukan permohonan akses konsuler untuk dapat menemui dan mendampingin ketiga orang tersebut.

“Jadi, semua insiden yang terkait area sepak bola yakni pertandingan dan aktivitas di Stadion, ini sudah kami laporkan. Sementara yang di luar area sepak bola kita dalami dan kita koordinasikan dengan pihak terkait,” tambah Mochamad Iriawan.

Terakhir, Mochamad Iriawan secara tegas mengecam perilaku diskriminatif. Selain itu, Mochamad Iriawan mengecam segala bentuk kekerasan dalam sepak bola. Saling menghormati adalah hal mendasar dalam sepakbola

“Perilaku diskriminatif selalu kami tentang. Mari kita menjunjung tinggi prinsip-prinsip fair-play dan mengambil peran dalam sepak bola dengan semangat persatuan, rasa hormat dan kesetaraan. Katakan ya untuk keberagaman, katakan tidak untuk segala bentuk diskriminasi,” lanjut Iriawan.

Comments