Dibalik kegagalan meraih kemenangan pada laga melawan TIRA Persikabo, penampilan dari Rachmat Irianto menjadi sorotan. Dikenal sebagai pemain yang berposisi sebagai pemain belakang, Djanur secara mengejutkan memainkan Rachmat Irianto sebagai seorang gelandang jangkar. Bermain sebagai gelandang jangkar, Rachmat Irianto mengaku masih terus belajar dari pemain senior yang dimiliki oleh Persebaya Surabaya.

Laga Persebaya Surabaya melawan TIRA Persikabo yang digelar pada akhir pekan lalu, berakhir dengan skor 1-1. Hasil ini membuat Persebaya Surabaya masih belum bisa keluar untuk kembali ke jalur kemenangan.

Rachmat Irianto, salah satu pemain muda yang dimiliki oleh Persebaya Surabaya, secara mengejutkan dimainkan sebagai gelandang jangkar. Seperti diketahui sebelumnya, Rachmat Irianto adalah seorang defender, mengikuti jejak dari sang ayah, Bejo Sugiantoro.

Setelah laga selesai, Rachmat Irianto mengaku sempat belum siap ketika dimainkan sebagai gelandang jangkar. Hanya saja, permintaan dari pelatih Persebaya, Djanur, membuat Rachmat Irianto harus siap. Untungnya, Rachmat Irianto pernah bermain sebagai gelandang jangkar pada saat membela Timnas Indonesia U-22.

“Saya sebenarnya belum siap. Tapi, coach Djanur (pelatih Persebaya) meminta saya, jadi saya harus siap. Lagi pula, saya pernah juga bermain sebagai gelandang di Timnas Indonesia U-22. Jadi, bukan hal yang menyulitkan,” ujar Rachmat Irianto, dikutip dari Bola.com.

Bermain sebagai gelandang jangkar, Rachmat Irianto mengaku ini merupakan sebuah tantangan baru. Salah satunya ketika berhadapan dengan pemain penuh mobilitas tinggi seperti Ciro Alves, pemain TIRA Persikabo. Melawan pemain seperti Ciro Alves, menjadi kesempatan bagi Rachmat Irianto untuk belajar sebagai gelandang jangkar.

“Ini jadi tantangan buat saya. Seperti kemarin saat melawan Tira, ada pemain yang punya mobilitas seperti Ciro (Alves). Dia pemain yang punya skill tinggi dan saya semakin banyak belajar menghadapi pemain seperti dia,” lanjut Rachmat Irianto.

Meski relatif berjalan sukses, Rachmat Irianto masih ingin terus belajar sebagai gelandang jangkar. Tanpa malu, Rachmat Irianto banyak berkomunikasi dengan pemain senior lainnya agar dapat bermain dengan lancar. Rachmat Irianto secara tegas sudah siap jika dimainkan kembali sebagai gelandang jangkar lagi pada laga selanjutnya.

“Saya ingin selalu banyak belajar. Saya juga terus komunikasi dengan Hidayat supaya koordinasi di lapangan semakin lancar. Kalau ditunjuk jadi gelandang bertahan lagi, saya sudah siap,” tutup Rachmat Irianto.

Rachmat Irianto sendiri pada laga melawan TIRA Persikabo sukses mencetak gol. Torehan ini menjadi yang pertama bagi Rachmat Irianto di Liga 1 2019.

Comments