Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu lagi, Wolves, Cardiff dan Fulham akan segera memulai kiprah mereka di Liga Primer Inggris setelah berhasil promosi dari Divisi Championship musim silam. Sebagaimana tim promosi pada umumnya, terdapat perdebatan antara para pengamat tentang seberapa jauh mereka bisa bertahan di kerasnya kompetisi liga utama. Berikut Bolazola coba telaah 10 nama pemain dari tiga tim promosi yang berpotensi menjadi punggawa kunci di level kompetisi domestik teratas Inggris raya musim depan.

 

10. Neil Etheridge (Cardiff)

Posisi : Kiper

Setelah sekian tahun tidak mampu menembus tim inti Fulham dan menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai pemain pinjaman, Neil Etheridge memutuskan untuk hengkang dari Craven Cottage demi karir gemilang dan jam terbang yang lebih banyak. Sebelum menjadi andalan Cardiff musim lalu, pengalaman kiper berdarah Filipina tersebut sebagai starter hanyalah kala merumput di tim League One (setara Divisi 3) Walsall selama 2 musim. Kini, di usia 28, belum tertutup kemungkinan bagi Etheridge untuk unjuk kebolehan dan (mungkin) akhirnya bisa dilirik klub-klub papan atas Liga Primer Inggris.

 

9. Barry Douglas (Wolverhampton Wolves)

Posisi : Bek Sayap

Setelah lima tahun melanglang buana ke seantero Eropa, dimulai dari Lech Poznan di Polandia lalu ke Konyaspor di Turki, bek kiri Barry Douglas membuktikan diri sebagai salah satu transfer terbaik Wolves musim panas silam dan diharapkan bisa meneruskan performa gentasnya di kancah teratas iga Inggris. Membuat debut pertamanya bagi timnas Skotlandia di usia 28 pada awal tahun ini, Douglas menjadi pencipta assist terbanyak bagi Wolves di putaran divisi Championship musim silam dengan angka 14.

 

8. Joe Ralls (Cardiff)

Posisi : Gelandang

Gelandang Cardiff Joe Ralls memang belum pernah berlaga di Liga Primer Inggris, tapi mantan pemain Inggris U-19 ini menjadi satu dari hanya dua pemain selain Aron Gunnarsson yang tersisa di klub tersebut saat Bluebirds berada di kasta puncak beberapa tahun silam. Saat itu Ralls tercatat sebagai punggawa muda yang diproyeksi bermain di tim utama. Kini, setelah menjadi sosok tak tergantikan di lini tengah Cardiff, Ralls bahkan sempat disebut sebagai jenderal lapangan tengah klub tersebut oleh harian Wales Online, setelah membuat dampak positif di persiapan pra-musim.

 

7. Callum Paterson (Cardiff)

Posisi : Bek / Multifungsi

Kendati berposisi alami sebagai pemain bertahan, namun kemampuan mencetak gol Callum Paterson tidak kalah dari penyerang kebanyakan. Bahkan musim silam, hanya striker Junior Hoilett yang menjebol jala gawang lawan lebih banyak dari mantan pemain muda Hearts tersebut. Efisiensi Paterson di depan gawang, ditambah lagi kemampuan bertahannya akan menjadi salah satu kunci utama Cardiff bila tidak ingin kembali terjun ke kasta kedua, seperti yang mereka alami sebelumnya.

 

6. Stefan Johansen (Fulham)

Posisi : Gelandang

Setelah periode yang fluktuatif kala membela Celtic, pemain internasional Norwegia Stefan Johansen hijrah ke Fulham pada bulan Agustus 2016 dan menjadi dinamo lini tengah yang krusial untuk titik balik The Cottagers hingga mampu meraih satu tiket promosi ke Liga Primer Inggris. Fisik ala Skandinavianya yang tangguh membuat Johansen nyaris selalu diturunkan di setiap laga yang dilakoni klubnya. Musim lalu, ia tampil di 43 dari total 46 laga Championship, termasuk tiga babak Playoff

Advertisement
yang menghantar klub London tersebut ke kasta tertinggi.

 

5. Willy Boly (Wolverhampton Wolves)

Posisi : Bek Tengah

Didatangkan dari Porto dengan status pinjaman pada awalnya, Willy Boly kemudian menjelma menjadi palang pintu tangguh bagi Wolves hingga resmi dipermanenkan pada bulan Juni lalu. Performanya yang gentas dan konsisten membuat pemain Prancis itu masuk ke dalam Kesebelasan Terbaik Tim Divisi Championship versi PFA musim silam. Boly sempat melalui periode buruk di paruh pertama musim, namun sejak kembali dan mencetak satu gol di bulan Oktober tahun lalu, ia terus menjadi andalan dan nyaris tak pernah digantikan dari posisinya di tim inti.

 

4. Sol Bamba (Cardiff)

Posisi : Bek Tengah

Palang pintu asal Pantai Gading, Sol Bamba, siap mengawali debutnya di Liga Primer Inggris pada usia 33 tahun setelah bermain apik dan masuk ke dalam daftar Kesebelasan Terbaik Tim Divisi Championship versi PFA musim silam. Kehadirannya membuat Cardiff menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di divisi tersebut. Dari 12 tahun karirnya, Bamba menghabiskan 9,5 di antaranya untuk bermain di tim Inggris; diantaranya Dunfermline, Hibernian, Leicester City, Leeds dan saat ini Cardiff City.

 

3. Diogo Jota (Wolverhampton Wolves)

Posisi : Sayap

Beroperasi lebih dominan sebagai sayap kiri, Diogo Jota masuk dalam jajaran top skorer divisi Championship musim silam dengan torehan 17 gol. Bukan hanya itu, sang punggawa asal Portugal juga memberi kontribusi dalam bentuk 6 assist. Dipinjam dari Atletico Madrid, Wolves kemudian mengontrak sang winger handal secara resmi dan berharap ia bisa menampilkan kualitas permainan yang sama musim depan di hadapan lawan-lawan yang secara kualitas tentunya jauh lebih berat ketimbang yang ia hadapi sejauh ini.

 

2. Ruben Neves (Wolverhampton Wolves)

Posisi : Gelandang 

Sesungguhnya, kehadiran Ruben Neves di Wolves menjadi kejutan tersendiri di kalangan pengamat sepakbola. Pasalnya, ia merupakan salah satu pemain muda paling berbakat di Eropa yang bahkan sempat mengapteni Porto di kancah Liga Champion pada usia 18 tahun! Keberadaannya pun terbukti membuat lini tengah Wolves luar biasa solid sepanjang mengarungi divisi Championship musim silam. Kini, di usia 21 tahun, Neves baru saja menandatangani kontrak jangka panjang dengan Wolves, yang dinilai membuat langkah tepat guna menghalau klub-klub elit Eropa lainnya untuk menggaet salah satu bintang paling benderang yang mereka miliki saat ini.

 

1. Ryan Sessegnon (Fulham)

Posisi : Sayap

Dari semua talenta underdog yang ada dalam daftar ini, nama Ryan Sessegnon bisa disebut sebagai yang paling menggairahkan untuk dinanti. Sejak ‘meletup’ di skena sepakbola pada musim 2016/2017, remaja bertalenta tersebut membuktikan bahwa dirinya bukanlah ‘keajaiban satu musim’ belaka dan bahkan menikmati musim yang lebih sukses tahun lalu dengan mencetak total 15 gol dengan perannya sebagai sayap penyerang. Sejumlah klub top tentu sudah mulai memantau kiprah dan potensi Sessegnon, namun yang jelas remaja yang baru merayakan hari jadinya yang ke 18 pada bulan Mei silam itu akan memulai musim debutnya di Liga Primer Inggris bersama Fulham. Apakah ia akan mampu mengangkasa dan membuktikan predikatnya sebagai salah satu wonderkid terbaik seantero Eropa? Kita nantikan kiprahnya bersama!

 

Advertisement
Comments