Perputaran uang di bursa transfer pemain sepakbola memang semakin lama semakin menggila. Saat ini, harga 30 juta sudah dianggap harga standar bagi seorang punggawa lapangan hijau. Bandingkan dengan beebrapa tahun lalu dimana pemain seharga 25 juta pounds saja sudah bisa menjadi headline di media massa. Yang sedang panas dibahas sehubungan hal ini adalah harga playmaker Swansea, Gylfi Sigurdsson, yang berada di kisaran 50 juta poundsterling.

Pendapat pengamat terbagi menjadi dua kubu perihal harga seorang Gylfi Sigurdsson. Ada yang mengatakan pantas, ada juga yang bilang bahwa angka itu berlebihan. Gelandang asal Islandia itu memang bukanlah pemain yang biasa-biasa saja. Kemampuannya mengatur ritme serta akurasi sepakan jarak jauhnya sudah lama membuatnya disejajarkan dengan nama playmaker top Eropa lainnya.

Sigurdsson berperan besar dalam perjuangan Swansea meloloskan diri dari jeratan degradasi musim lalu. Ia mencetak sembilan gol dan membukukan 13 assist dan menjadi sosok vital di lini serang tim asal Wales itu. Pemain berusia 27 tahun tersebut juga memuncaki statistik kesuksesan umpan silang di Liga Primer Inggris musim lalu dengan angka 304.

Menilik fakta di atas, maka cukup wajar jika melihat Sigurdsson dilabeli banderol harga besar, namun apakah ia pantas melampaui harga seorang Leonardo Bonucci, yang notabene pindah ke AC Milan dari Juventus ‘hanya’ dengan mahar 35 juta pounds? Hal inilah yang memunculkan polemik, bahkan kritik terhadap perputaran uang di bursa transfer, terutama di Liga Primer Inggris, yang peningkatannya bisa mencapai lima puluh persen per musimnya.

Terlepas dari semua perdebatan di atas, tim papan menengah (ke bawah) seperti Swansea akan sangat rugi jika berniat melepas Sigurdsson, meskipun ada klub yang berniat membayar 50 juta pounds. Pasalnya, saat ini masih sangat jarang playmaker yang memiliki kemampuan selengkap sang pemain yang mau melanjutkan karirnya di klub yang tidak berlaga di Liga Champion.

 

Comments