Gila! Mungkin ini satu kata yang pas untuk menggambarkan pertandingan 16 besar antara Belgia kontra Jepang. Sempat unggul 2-0 selama 70 menit, wakil Asia Jepang akhirnya harus mengakui kehebatan Belgia, yang butuh gol Nacer Chadli di menit 90+4 untuk memastikan kemenangan.

Membalikkan semua prediksi serta dugaan, Jepang bermain terbuka sejak awal dan terus membangun serangan dengan memanfaatkan kepiawaian Shinji Kagawa membuka ruang, sementara Belgia yang juga mengusung skema menyerang juga terus memajukan bek sayap mereka guna membantu lini depan. Ruang kosong yang ditinggalkan ini berulang kali sanggup dimanfaatkan Jepang dengan baik untuk membahayakan gawang Thibault Courtouis, namun babak pertama harus berakhir dengan skor imbang 0-0.

Selepas turun minum, Jepang terus bermain menyerang, namun menarik garis pertahanan mereka lebih dalam untuk meredam kombinasi Hazard-Lukaku-Mertens yang makin berbahaya. Beruntung barisan pertahanan Nippon, terutama bek sentral Maya Yoshida, bermain apik malam itu dan mampu menghalau sejumlah peluang bersih para penggempur Belgia. Baru tiga menit babak kedua bergulir, Jepang unggul lebih dahulu lewat serangan balik yang luar biasa rapi. Jan Vertonghen membuat kesalahan dan tak mampu menguasai bola terobosan sehingga Haraguchi bisa menerimanya dari sisi kanan. Pemain berusia 27 tahun itu pun menusuk sedikit ke tengah dan melepas tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Courtouis. 1-0 untuk Jepang dan dunia pun terbelalak. Sesaat kemudian, giliran Hazard membahayakan gawang Jepang yang dijaga Eiji Kawashima, namun sayang sepakan pemain Chelsea itu hanya membentur tiang.

Tidak lama berselang, Jepang kembali menambah angka di papan skor setelah Takashi Inui melepas tembakan roket dari jarak 25 yards yang menghujam pojok kiri gawang Courtouis. Jepang pun unggul 2-0 atas tim kandidat juara Piala Dunia. Unggul dua gol, Samurai Biru terus melakukan pressing dan mencari gol ketiga untuk menutup kans Belgia lebih jauh, namun segalanya berubah kala Martinez dengan jeli memasukkan Marouane Fellaini dan Nacer Chadli ke susunan kesebelasan utama.

Asa pun mulai kembali menyeruak di kubu Belgia setelah Jan Vertonghen mencetak gol lewat sundulan dari sudut sempit yang melambung melampaui jangkauan kiper Eiji Kawashima. 2-1 dan anak asuh Roberto Martinez masih memiliki 20 menit untuk mengubah keadaan dan menggempur Jepang lebih gencar lagi. Di menit ke ’75, sepak pojok Eden Hazard mampu menemukan kepala Fellaini yang melompat tinggi dan menanduk bola dengan keras ke gawang Kawashima untuk kedua kali. Stadion pun membahana dengan sorak sorai bagi kedua kesebelasan yang di atas kertas sangat timpang tersebut.

Jepang pun mulai terlihat kelelahan, namun di menit ke 90+3, para pendukung sempat menahan nafas kala tendangan bebas Keisuke Honda mampu ditepis secara spektakuler oleh Courtouis. Sayangnya, sepak pojok yang menyusul menjadi petaka bagi Jepang. Courtouis yang mampu menangkap bola kemudian menyalurkannya kepada Kevin De Bruyne dan Setan Merah pun merangsek maju dalam satu skema serangan balik mematikan. Bola pun disodorkan dari sisi kanan kepada Lukaku di tengah kotak enam belas meter, namun alih-alih memaksakan tembakan di bawah kepungan para bek Jepang, striker Manchester United itu dengan lihai mengecoh para pengawalnya dan membiarkan bola bergulir ke kaki Chadli yang berdiri bebas dan mampu melesakkan bola ke gawang Kawashima untuk ketiga kalinya. Epic Comeback! Belgia pun lolos, namun mereka hampir dipermalukan secara telak oleh Jepang.

Dengan kemenangan ini, maka Belgia dipastikan akan bertemu Brasil di perempat final, sementara Jepang, kendati kecewa karena kekalahan, dapat pulang dengan kepala tegak karena nyaris, nyaris saja bisa mengalahkan salah satu tim nasional Eropa terbaik dengan permainan terbuka.

Mantap, Nippon!!!!

 

Comments