Pemain bertahan Manchester United, Luke Shaw, belum lama ini menceritakan kembali pengalaman pahitnya kala menderita patah tulang yang parah di tahun 2015 silam. Bek kiri handal tersebut pun mengaku bahwa kakinya nyaris diamputasi akibat kejadian itu.

Shaw mengalami patah tulang kaki di dua tempat sekaligus akibat ditekel keras Hector Moreno kala United menghadapi PSV Eindhoven di ajang Liga Champion 2015. Ia pun harus langsung menepi untuk jangka waktu yang cukup panjang meski baru 12 bulan merumput di Old Trafford. Yang lebih menyedihkan lagi, belakangan Shaw mengaku bahwa saat itu kakinya sudah nyaris diamputasi oleh pihak dokter karena cederanya sangat parah.

“Saya sangat dekat untuk kehilangan kaki saya” tutur Shaw seperti dilansir Daily Mail. “Saya tidak mengetahuinya hingga enam bulan kemudian saat dokter memberitahu saya”

“Waktu itu, mereka berpikir untuk menerbangkan saya kembali (ke Manchester). Jika saya jadi diterbangkan kembali, saya mungkin akan kehilangan kaki saya karena penggumpalan darah” paparnya dengan nada sendu. “Saya memiliki dua bekas luka di kaki saya, dimana mereka harus memotongnya untuk mengeluarkan gumpalan tersebut”

Dalam kesempatan yang sama, Shaw juga mengungkap bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk pensiun dini karena cederanya tersebut.

“Itu adallah pada masa kaki saya patah” cetus Shaw. “Saya menderita cedera yang sangat serius dan itu merupakan masa-masa sulit. (Rehabilitasi) berlangsung untuk waktu yang sangat lama, melakukan hal yang sama setiap harinya. Saya tidak bisa melakukan hal lain karena patah (kaki) itu” tukasnya.

Untunglah Shaw mampu melewati masa kelam tersebut dengan baik. Ia saat ini kembali dipercaya pelatih Jose Mourinho untuk mengisi pos bek kiri dan sempat mencetak gol kemenangan United atas Leicester di partai pembuka Liga Inggris. Pemain jebolan akademi Southampton itu pun dipanggil Gareth Southgate untuk memperkuat Inggris di Liga Negara UEFA kontra Spanyol, sayang ia tak mampu bermain penuh dan harus ditandu keluar lapangan karena mengalami benturan di kepala.

Comments