Pada pekan ke-14 Shopee Liga 1 musim 2019, Persebaya Surabaya harus menerima kekalahan dari Arema FC dengan skor 4-0. Laga tersebut dilakukan di Kanjuruhan Stadium, kabupaten Malang.

Setelah mendapatkan kekalahan dengan skor yang cukup besar, Bejo Sugiantoro, selaku pelatih klub berjuluk Bajol Ijo ini, mengaku bertanggung jawab atas hasil buruk itu. Pasalnya, saat laga Derby Jawa Timur, dia melakukan kesalahan fatal.

Pada saat melakukan pergantian pemain, dia merasa melakukan kesalahan yang besar untuk tim. Terutama, saat pelatih berusia 44 tahun ini, memasukkan Damian Lizio untuk menggantikan peran Rendi Irwan di menit ke-49.

Pelatih asal Sidoarjo ini mengatakan,”Memang ini adalah kesalahan saya. Pada saat saya melakukan pergantian pemain, itu sebenarnya tidak tepat. Seharusnya, saya mengeluarkan pemain lain.”

Akan tetapi, Bejo Sugiantoro menyatakan bahwa perubahan yang dilakukan itu, hanya untuk kebaikan Persebaya Surabaya.

“Sebenarnya, perubahan itu sangat diperlukan. Karena, gaya permainan Arema FC sangat tertutup, seperti tidak ada celah untuk diserang. Pertahanan mereka juga sangat bagus dan rapi.” Tambahnya.

Walaupun mendapatkan kekalahan dengan skor telak dari skuat asuhan Milomir Seslija, Bejo Sugiantoro tetap sabar dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh anak asuhnya. Karena, saat pertandingan, mereka sudah berjuang dengan apa yang mereka miliki.

“Setiap pertandingan pasti ada yang menang, dan ada yang kalah. Walaupun kami kalah, kami harus menerimanya dengan lapang dada. Tidak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pemain. Karena, mereka sudah bermain semaksimal mungkin sampai akhir pertandingan.” Tambahnya.

“Sebagai pelatih, saya tidak akan menyalahkan siapapun. Terutama pemain. Karena, saya lah yang memberikan strategi permainan untuk tim. Sehingga, jika mendapatkan kekalahan, itu adalah kesalahan yang dilakukan oleh seorang pelatih Ucapnya lagi.

Comments