PSSI melakukan perombakan besar-besaran pada struktur tim kepelatihan di Timnas Indonesia. Secara bulat, PSSI memilih 4 pelatih sekaligus untuk Timnas Indonesia senior, Timnas Indonesia U-22, Timnas Indonesia U-16 dan Timnas Perempuan. Fakhri Husaini yang sukses membawa Timnas Indonesia U-16 menjadi juara di Piala AFF U-16 2018 lalu, secara mengejutkan “diberhentikan” menjadi pelatih Timnas Indonesia U-16.

Pada rilis PSSI kepada media, PSSI secara resmi menunjuk Simon McMenemy untuk timnas senior, Indra Sjafri Timnas U-23 diproyeksikan di SEA Games, Timnas U-16 dilatih Bima Sakti, dan Rully Nere membesut Timnas Wanita. Hilangnya nama Fakhri Husaini dari struktur tim kepelatihan Timnas Indonesia membuat banyak pihak mempertanyakan keputusan PSSI ini.

Pada tahun 2018 ini, Fakhri Husaini boleh dibilang menjadi pelatih tersukses dibandingkan pelatih Timnas Indonesia lainnya. Timnas Indonesia U-19 yang dilatih oleh Indra Sjafri hanya menempati posisi ketiga di Piala AFF 2018 dan menembus babak 16 Piala Asia U-19. Raihan lebih buruk terjadi di Timnas Indonesia U-23 dan senior.

Timnas Indonesia U-23 yang dilatih Luis Milla, hanya dapat menembus babak 16 besar Asian Games 2018. Sementara itu, Timnas Indonesia senior yan dilatih oleh Bima Sakti, gagal menembus babak semifinal di Piala AFF 2018. Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF 2016, menjadi yang terbaik pada tahun 2018 ini. Selain itu, Timnas Indonesia U-16 juga dapat melangkah ke babak 8 besar Piala Asia U-16.

Advertisement

Menjawab pertanyaan publik soal Fakhri Husaini, PSSI melalui Ratu Tisha, Sekjen PSSI, memberikan dalil dan alasan atas kebijakan pelati Timnas Indonesia ini. PSSI punya pertimbangan mengapa tidak memasukkan nama Fakhri. Ia menyebut itu karena timnas U-16 dan U-19 nantinya punya 3 development group yang akan melibatkan 6 pelatih. Sehingga, Fakhri tetap berpeluang mengisi slot-slot tersebut.

“Kan bukan cuma coach Fakhri, kami juga ada sepakbola pantai, pelatih timnas putri U-15 dan lain-lain. Kemarin pertimbangannya sudah disampaikan, nanti di usia U-16, ada 3 developoment group yang menyebabkan akan ada 6 pelatih yang mengerjakan 3 development group itu nanti. Kami lagi memilih, itu bukan solusi yang cuma satu,” ujar Ratu Tisha.

Advertisement
Comments