Ditengah “badai” yang tengah melanda PSSI terkait isu pengaturan skor, Timnas Indonesia U-22 asuhan Indra Sjafrie, berhasil membawa kebanggaan. Secara heroik, Timnas Indonesia berhasil menjadi juara Piala AFF U-22 setelah mengalahkan juara bertahan, Timnas Thailand U-22.

Pertandingan final Piala AFF U-22 mempertemukan Timnas Indonesia U-22 menantang juara bertahan, Timnas Thailand U-22. Laga final ini sendiri digelar di di National Stadium Cambodia ini akan dipimpin oleh Nguyen Hien Triet asal Vietnam. Garuda Muda lolos ke babak final setelah mengalahkan Timnas Vietnam dengan skor 1-0. Sementara itu, Gajah Muda Thailan menang atas Timnas Kamboja melalui babak adu penalti dengan smor 5-3.

Garuda Muda yang dilatih oleh Indra Sjafrie sendiri tetap memainkan skema yang sama seperti saat menang atas Kamboja dan Vietnam. Mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 ini, memainkan skema 4-3-3. Marinus, Witan dan Osvaldo Haay tetap diandalkan sebagai trisula maut di lini depan.

Sementara itu, Gajah Muda Thailand memainkan skema 3-5-2. Pada awal laga final ini, Thailand tak memainkan penyerang murni. Dua gelandang serang dimainkan sebagai false nine, seperti pada laga melawan Timnas Kamboja U-22 di babak semifinal lalu.

Pada awal laga, Garuda Muda langsung bermain menyerang. Pada menit kelima dan keenam, Garuda Muda mendapat peluang melalui aksi dari Witan Sulaemen dan Osvaldo Haay. Setelah masuk menit ke-10, Thailand berhasil menguasai laga.

Beberapa peluang berhasil didapatkan oleh Thailand. Peluang terbaik Thailand datang pada menit ke-19. Jaroensak yang melakukan mengeksekusi bola mati, dan menimbulkan kemelut di muka gawang. Tetapi Firza berhasil menghentikan peluang emas Thailand tepat di garis gawang.

Advertisement

Timnas Indonesia baru berhasil keluar dari tekanan setelah memasuki menit ke-32. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor 0-0 tetap bertahan sama kuat.

Memasuki babak kedua, Thailand mengambil inisiatif permainan. Pada menit ke-57, Thailand berhasil unggul melalui sundulan kepala dari kapten mereka, Saringkan. Tandukan Saringkan berhasil memanfaatkan sepakan bebas. Bola gagal dihentikan Awan Setho. Skor berubah menjadi 1-0.

Tak ingin terlalu lama tertinggal, Garuda Muda berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-59. Tembakan Sani Rizki berbelok arah setelah mengenai Ballini dan mengecoh Korraphat. Skor berubah menjadi 1-1.

Timnas Indonesia U-22 berbalik unggul pada menit ke-64. Berawal dari
aksi Saringkan Promsupa menjatuhkan paksa Osvaldo Haay yang berlari lebih cepat darinya, Timnas Indonesia mendapat peluang tendangan bebas.
Tandukan Osvaldo Haay memanfaatkan sepakan bebas M. Luthfi, gagal dihentikan Korraphat. Timnas Indonesia U-22 berbalik unggul 2-1 atas Thailand.

Pada sisa laga, Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Bagas Adi mendapat kartu merah. Kapten Timnas Indonesia U-22 ini dianggap melukukan pelanggaran berbahaya kepada salah seorang pemain Timnas Thailand U-22.

Meski bermain dengan 10 pemain, Timnas Indonesia U-22 dapat mempertahankan keunggulan 2-1 atas Timnas Thailand U-22. Kemenangan 2-1 ini membaw Garuda Muda menjadi juara Piala AFF U-22 untuk pertama kalinya sejak ajang ini digelar pada tahun 2005 lalu. Selamat Garuda Muda.

Advertisement
Comments