Tak berkutik. Mungkin dua kata tersebut bisa menggambarkan perjalanan Manchester United di musim ini. Apa yang dilakoni pada musim 2018/2019 sungguh berbanding terbalik dengan musim lalu. Contohnya di ajang Premier League. Bila musim lalu mereka mampu menjadi runner up, di musim ini usaha untuk masuk 4 besar saja menemui banyak kesulitan.

Hingga 7 pekan kompetisi paling bergengsi di dunia ini dimainkan, MU masih berkutat di papan tengah. Hanya 10 angka didapat anak asuh Jose Mourinho dari 3 kali menang, sekali seri, dan 3 kali kalah. Di laga terakhir, Paul Pogba dkk dikalahkan tuan rumah West Ham United dengan skor 3-1.

Setali tiga uang, pencapaian MU di turnamen Carabao Cup juga tersendat. Langkah mereka terhenti di babak awal. Meladeni klub Championship Derby County di kandang sendiri, MU kalah dalam adu penalti. Pupus sudah harapan untuk meraih satu trofi.

Tentu raihan ini bukan hal yang diinginkan oleh semua penggemar Setan Merah. Para suporter tentu mengharapkan hasil maksimal dan prestasi. Namun yang didapatkan justru berbanding terbalik. Kini MU hanya tak ubahnya klub medioker dan terlempar dari jajaran papan atas.

Advertisement

Lambannya manajemen MU di bursa transfer dituding menjadi salah satu penyebab terpuruknya klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Pada bursa transfer musim panas, MU hanya mendatangkan gelandang Fred, bek muda Diogo Dalot, dan kiper pelapis Lee Grant. Tentu tambahan tersebut tak cukup untuk membuat Setan Merah kompetitif melakoni 4 kompetisi.

Mou sendiri menginginkan tambahan bek tengah dan pemain sayap untuk mempertajam amunisinya. Beberapa nama seperti Toby Alderweireld, Harry Maguire, Willian, dan Gareth Bale sempat menghiasi media sebagai pemain baru MU. Namun hingga bursa transfer ditutup pada 9 Agustus, pemain yang disebutkan di atas tak kunjung datang. MU pun terpaksa melakoni kompetisi dengan skuad yang ada.

Nasib kini menanti Mourinho. Apakah dia akan dipecat hari Senin nanti?

Advertisement
Comments