Seminggu terakhir, jagat sepakbola Indonesia diramaikan dengan rencana pelarangan pemakaian penyerang asing di ajang Liga 1 musim depan. Rencana yang digulirkan oleh PSSI ini tidak lepas dari krisis penyerang depan yang melandang Timnas Indonesia. Hal ini bisa dilihat pada Asian Games yang sedang dihelat di Indonesia.

Pada ajang bergengsi ini, Timnas U-23 kesulitan mencari penyerang depan sehingga memakai pemain senior. Bahkan untuk pemain senior pun, Timnas Indonesia mesti memakai 2 pemain naturalisasi yaitu Beto Goncalves dan Stefano Lilipaly. Krisis penyerang ini kemudia melahirkan ide untuk melarang pemakaian penyerang asing di Liga 1 musim depan.

Setelah digulirkan oleh PSSI, banyak tanggapan yang muncul dari pihak-pihak yang konsen pada kemajuan sepakbola Indonesia, utamanya para klub Liga 1. Sejauh ini 2 klub besar yaitu Persib dan Persipura mendukung kebijakan ini. Meski kedua klub tadi juga menuntut konsistensi.

Jika ditelisik lebih dalam, rencana PSSI dan pihak PT LIB ini memiliki 2 sisi matang uang jika benar-benar diterapkan. Rencana ini memiliki 2 dampak, baik dampak baik juga dampak buruk. Kedua dampak ini hendaknya dipertimbangkan oleh PSSI dan PT LIB.

Dampak baik dari rencana ini jika diterapkan, pasti akan memberikan kesempatan bagi para penyerang lokal untuk unjuk gigi. Sudah menjadi hal yang umum, jika seorang pelatih memiliki 2 pilihan yaitu penyerang asing dan penyerang lokal, seringkali pemain asing didahulukan. Hal ini lumrah karena penyerang asing memiliki kualitas yang lebih baik, terutama fisik pemain.

Dampak baik lain jika diterapkan pasti akan langsung diterima oleh Timnas Indonesia. Jika dilihat saat ini, hanya 2 pemain yang masuk dalam jajaran top skor Liga 1 yaitu Samsul Arif dan Stefano Lilipy, selebihnya adalah pemain asing. Akibatnya Timnas Indonesia tidak punya banyak pilihan untuk dipanggil.

Selain dampak baik, dampak buruk juga akan terjadi jika rencana ini benar-benar dilaksanakan. Dampak buruk yang akan terjadi adalah berkurangnya kualitas kompetisi karena hilangnya para penyerang asing yang rata-rata memang baik. Ini akan membuat iklim kompetisi Liga 1 sedikit berkurang.

Dampak buruk lain pasti akan langsung diterima oleh para penyerang asing yang telah lama bermain. Sisi kemanusiaan merupakan esensi dasar dari olahraga, sehingga jika diterapkan larangan ini mencederai hak setiap penyerang asing untuk mengadu nasib di Liga 1.

Pelarangan penyerang asing memang masih rencana, namun hendaknya pihak PSSI dan PT LIB dapat membuat keputusan yang tidak merugikan satu pihak. Tentu juga akan memberikan dampak baik bagi kemajuan liga dan Timnas Indonesia.

Comments