Jupp Heynckes,Thomas Tuchel

Jupp Heynckes memberikan dukungan penuh pada Thomas Tuchel untuk menggantikannya sebagai pelatih Bayern Munich pada akhir musim, ketika masa tugasnya habis sebagai caretaker.

Heynckes kembali untuk keempat kalinya atas sang pemuncak klasemen Bundesliga pada bulan September setelah Carlo Ancelotti dipecat menyusul kekalahan 3-0 dari Paris Saint-Germain di fase grup Liga Champions.

Bayern pun kini memiliki penampilan memukau seperti era treble winners, dengan pelatih 72 tahun itu membuat timnya hanya sekali kalah sejak September lalu.

Mereka juga memuncaki Bundesliga, berada di semifinal DFB-Pokal dan memiliki satu kaki di perempatfinal Liga Champions setelah mengalahkan Besiktas (5-0) di leg pertama babak 16 besar.

Heynckes pun sempat mengungkapkan niatnya untuk tidak menambah masa tugas pada bulan Mei meskipun menuai kesuksesan, dengan penggantinya menjadi topik pembicaraan yang hangat di media-media Jerman.

Julian Nagelsmann dikabarkan menjadi kandidat nomor satu, namun Heynckes meyakini Tuchel (mantan pelatih Borussia Dortmund) adalah kandidat yang lebih baik.

“Saya pikir Thomas Tuchel memiliki kualitas untuk melatih Bayern,” katanya kepada Bild (8/3/2018). “Saya menghargai Thomas Tuchel, dia berhasil melewati masalah besar di Mainz dari tim muda.

“Itu adalah tangga yang harus Anda ambil. Anda mempelajari pendekatan yang tepat, berurusan dengan orang lain dan karakternya.

“Borussia Dortmund kemudian bermain sepakbola hebat di bawah Tuchel, dengan sistem yang bagus. Semua elemen modern yang menjadi bagian dari sepakbola sekarang ini terlihat.

“Tuchel menjadi runner-up, mendapat trofi dan menerapkan sepakbola yang menarik. Saya senang menonton BVB-nya. Karena itulah saya menghargai dia dan menganggapnya pelatih yang sangat baik.”

Siapapun yang diunggulkan sebagai peran pelatih berikutnya, Heynckes berharap orang Jerman yang akan melatih Bayern, dan dia menambahkan: “Dulu tentang pelatih internasional, yang sudah memenangkan Liga Champions atau setidaknya pelatih dengan klub yang membawa kesuksesan untuk Barca.

“Sekarang diskusi ada pada pelatih Jerman dan saya menyukainya, klub tahu apa yang mereka inginkan, mereka telah belajar bahwa bahasa Jerman sangat sulit dipelajari bagi pelatih asing.

“Identitasnya lebih baik dipelihara oleh pelatih asli Jerman.”

Comments