Manajer gaek asal Prancis, Arsene Wenger, belum lama mengakui bahwa bertahan di Arsenal selama lebih dari dua dekade merupakan ‘kesalahan terbesar’ yang pernah dilakukannya dalam hidup. Lho?

Dalam wawancara intensif dengan RTL, Wenger mendiskusikan beberapa topik di dalam maupun di luar sepakbola, namun salah satu komentar pertamanya merupakan yang paling blak-blakan yang pernah dibuatnya. Ketika diminta untuk memilih kesalahan terbesar dalam hidup, ia tertawa dan menjawab : “Mungkin tinggal di klub yang sama selama 22 tahun. Saya adalah pribadi yang suka sering berpindah-pindah, tapi saya juga suka tantangan. Terkadang, saya telah menjadi tahanan dari tantangan saya sendiri” tuturnya.

Lebih lanjut, Wenger juga menjelaskan mengapa musim tak terkalahkan The Gunners tahun 2003/2004 sangat berarti untuknya. “(Pelatih terbaik adalah) seseorang yang bisa memaksimalkan skuad yang ia miliki, baik dari sudut pandang kolektif ekspresi dan juga dalam hasil akhir”

“Pelatih terbaik dalam liga tidaklah selalu seseorang yang memenangkan gelar. Tidak. Tapi tak satupun yang bisa mengukur hal ini. Anda tidak bisa mengukur seorang pelatih karena anda tidak bisa mengukur jikalau ia sudah memaksimalkan potensi timnya. Karena itulah, ambisi mutlak saya adalah untuk memenangkan gelar liga tanpa terkalahkan. Karena walaupun nantinya ada yang mengalahkan saya dalam hal itu, mereka tidak bisa melakukan lebih baik lagi” papar Wenger.

Di kesempatan yang sama, Wenger juga ditanya perihal satu sosok yang ia ingin habiskan waktu bersama untuk berbincang, dan jawabannya pun cukup mencengangkan. “Saya ingin menghabiskan senja dan berbincang dengan (Nabi) Musa. Apa pendapatnya tentang 10 Perintah Allah? Secara efektif tentang konstitusi pertama – menurut saya itu sangat bagus. Bagaimana menurutnya?”

Comments