Argentina menuju ke pertandingan Piala Dunia kedua melawan Kroasia dan tahu bahwa mereka telah menghadapi kemungkinan 90 menit yang menentukan untuk memastikan kemenangan di turnamen kali ini.

Tim asuhan Jorge Sampaoli ditahan imbang 1-1 dalam pertandingan pembuka oleh debutan turnamen Islandia, dengan Lionel Messi gagal menegksekusi penalti yang bisa menghasilkan tiga poin.

Tekanan mulai meningkat pada Messi ketika dia melepaskan 11 tembakan melawan Islandia tanpa mencetak gol dan belum mencatatkan nama di papan skor di Piala Dunia dengan salah satu dari 21 upaya terakhirnya.

Masalah tentang terlalu mengandalkan bintang Barcelona itu telah menjadi momok untuk Argentina selama bertahun-tahun, tetapi klaim ‘Messidependencia’ semakin kencang sejak mereka dihancurkan 6-1 oleh Spanyol dalam pertandingan persahabatan pada Maret lalu.

Gabriel Mercado yang merupakan bek andalan Albiceleste mengatakan sudah waktunya tim ini berdiri sendiri, terutama di Nizhny Novgorod.

“Hampir tidak mungkin untuk tidak memikirkan dia (Messi) dan tidak memberinya bola,” katanya kepada FIFA.com. “Namun dalam kenyataannya, ini adalah permainan tim dan kami harus mengambil tanggung jawab bagian kami, untuk membebaskannya dan membiarkan dia menjadi orang yang menyelesaikan drama.”

Kroasia kalah 1-0 dari Argentina dalam fase grup di Prancis 1998 tetapi bisa dibilang memimpin ke pertemuan ini sebagai favorit, setelah mengklaim kemenangan atas Nigeria.

Kemudian juga, persiapan mereka telah terhambat oleh hilangnya Nikola Kalinic karena dipulangkan setelah klaim cedera punggung melalui pelatih Zlatko Dalic, meskipun kabarnya si pemain ini menolak bermain karena jadi cadangan melawan Nigeria.

Untuk Luka Modric, penekanan harus pada kesatuan tim, karena mereka mencari kemenangan yang bisa memastikan babak 16 besar.

“Kami bermain sebagai tim, kami sangat kompak melawan Nigeria,” katanya. “Kami harus melakukan hal yang sama terhadap Argentina.”

 

PEMAIN KUNCI

Argentina – Eduardo Salvio

Tidak ada pemain yang benar-benar mengesankan untuk Argentina ketika berhadapan dengan Islandia daripada ‘Toto’ Salvio, pemain sayap Benfica itu dikonversi menjadi bek kanan di bawah Sampaoli. Dia adalah pemain yang mengubah permainan saat Messi kesulitan, dan itu bisa kembali terjadi disini.

 

Kroasia – Andrej Kramaric

Kramaric bermain sebagai nomor 10 melawan Nigeria, di belakang Mario Mandzukic, dan itu bisa membuktikan posisi kunci melawan Argentina jika Dalic mempertahankan sistem yang sama. Ia tidak hanya akan menjadi penting dalam memberikan dukungan serangan, ia juga akan diperlukan untuk menambah kehadiran ekstra di lini tengah untuk menjaga Messi sejauh mungkin dari bola.

 

FAKTA

  • Ini akan menjadi pertemuan kelima antara Argentina dan Kroasia, dengan sisi Amerika Selatan menang 2 kali dibanding 1 yang dimiliki Kroasia.
  • Kroasia telah kalah di 4 pertemuan Piala Dunia dengan tim Amerika Selatan, 1 kali di masing-masing dari 4 turnamen yang mereka mainkan.
  • Lionel Messi telah mencetak gol di masing-masing 2 penampilan sebelumnya melawan Kroasia, termasuk gol pertamanya untuk Argentina (Maret 2006).
  • Kroasia telah mencetak gol di masing-masing dari 5 pertandingan terakhir Piala Dunia, beruntun terpanjang dalam kompetisi.
  • Bek Kroasia Vedran Corluka telah membuat 99 penampilan untuk negaranya. Jika dia bermain disini, dia akan menjadi anggota kedua skuad Piala Dunia 2018 yang mendapatkan 100 caps untuk Kroasia (setelah Luka Modric).
Comments