Bintang timnas Prancis, Antoine Griezmann, mengungkap bahwa Les Bleus telah menerapkan pola permainan Atletico Madrid kala menghadapi Denmark untuk mendapatkan hasil maksimal.

Di bawah rezim Diego Simeone, Atletico memang dikenal sebagai tim yang mampu bermain pragmatis dan sulit ditembus kendati memiliki bakat-bakat ujung tombak seperti Griezmann. Gaya tersebut telah membuat mereka menjuarai sejumlah titel Eropa, termasuk mampu mencapai babak final Liga Champion sebanyak dua kali dan sempat mendobrak hegemoni Real Madrid-Barcelona di kancah La Liga.

Jadi ketika Griezmann ditanya apakah ia frustasi ketika Prancis hanya mampu bermain 0-0 melawan Denmark saat telah mengamankan tempat di 16 besar, ia pun menjawab ‘tidak’ dan membeberkan alasannya.

“Saya sudah biasa bermain seperti itu” tutur Griezmann kepada ESPN. “Di level klub, kami sering bermain demikian. Benar bahwa itu tidak cantik untuk dilihat secara langsung di stadium dan layar televisi. Saya minta maaf untuk orang-orang yang mengharapkan terjadi banyak gol dan pergerakan yang apik, yang mana tidak terjadi kali ini”

“Kami telah lolos dan memuncaki grup. Itu sudah cukup…atau tidak. Pada kenyataannya, terlepas dari tim manapun yang kita hadapi, kami harus mengalahkan mereka untuk terus melaju, kami paham bahwa ada beberapa hal yang harus dibenahi, tapi kami juga percaya diri” tukasnya.

Dengan punggawa seperti Griezmann, ditambah lagi bakat-bakat muda berkelas seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Thomas Lemar, Paul Pogba hingga Nabil Fekir, Prancis diharapkan dapat melangkah jauh di Piala Dunia edisi tahun ini, bahkan dianggap sebagai salah satu kandidat juara. Namun dengan tersingkirnya Jerman secara mengejutkan, Les Bleus harus waspada dan tidak boleh menganggap remeh lawan manapun yang akan mereka hadapi berikutnya. Maka, cara bermain yang berfokus pada kemenangan seperti yang Griezmann katakan bisa jadi masuk akal untuk diterapkan pelatih Didier Deschamps selama turnamen bergulir.

 

Comments