Carlo Ancelotti merupakan salah satu pelatih hebat di dunia. Namun dirinya masih ingin bisa menyerap ilmu kepelatihan yang telah diterapkan oleh Mauricio Pochettino dan Juergen Klopp. Menurutnya, apa yang sudah ditunjukkan oleh kedua pelatih itu ingin dipelajarinya.

Ancelotti sendiri mulai meroket saat dirinya melatih AC Milan. Dalam masa kepalatihannya bersama AC Milan, dirinya berhasil menyumbangkan 8 gelar juara. Dimana diantaranya ada gelar Scudetto serta dua gelar LIga Champions.

Setelah meninggalkan AC Milan, kemudian Ancelotti pun berlabuh ke Inggris bersama Chelsea dirinya pun mampu menyumbangkan tiga gelar bagi The Blues, Community Shield, PIala FA serta trofy Liga Premier Inggris. Selanjutnya, Ancelotti pun melanjutkan perjalanan kepelatihannya dengan menukangi Paris Saint Germain. Bersama tim kaya di Prancis itu, Ancelotti berhasil menyumbangkan gelar Ligue 1.

Ancelotti kemudian melanjutkan petualangannya dengan melatih salah satu raksasa Spanyol, Real Madrid. Saat melatih Real Madrid, Ancelotti pun berhasil mempersembahkan beragam gelar bagi Los Blancos, Piala Dunia Antarklub, Piala Super Eropa, Liga Champions serta Copa del Rey.

Advertisement

Meski pun sudah berhasil memenangkan beragam gelar juaram, namun Ancelotti ternyata masih belum berhenti untuk terus belajar mengamati cara melatih dari para pelatih besar lainnya. Dirinya pun mengakui jika ingin bisa mempelajari metode kepelatihan dari Pochettino dan Klopp.

“Pelatih mana yang saya pelajari? Saya pun sedikit mengenal pelatih, namun saya akan mengatakan Pochettino atau Klopp,” ungkap Ancelotti pada Corriere della Sera.

“Saya telah mengetahui bagaimana Max Allegri, Diego Simeone, Luciano Spalletti serta Pep Guardiola bekerja. Selalu saja menyenangkan untuk bisa melihat seperti apa para pelatih itu bekerja saat laithan, namun menyalin tak mungkin,” imbuhnya.

Pochettino memang dikenal dengan gaya counterpressing. Salah satu kuncinya ialah transisi yang cepat dalam bertahan saat kehilangan penguasaan bola. Sementara itu Klopp sendiri memiliki gaya bermain gegenpressing. Timnya pun akan terus memberikan tekanan kepada lawan ketika kehilangan bola.

Advertisement
Comments