Tim calon juara Liga 1 GOJEK TRAVELOKA, Bhayangkara FC, belum lama ini mendapat kecaman publik setelah para punggawa U-19 nya memantik kericuhan di laga kontra Bali United hingga salah satu pemain Bali United harus dirawat intensif karena mendapat pukulan telak di lehernya dari pemain Bhayangkara. Pelatih Charis Yulianto pun angkat suara dan membela anak asuhnya dengan menyalahkan kinerja wasit. Lho?

Berlaga di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, insiden terjadi di penghujung laga setelah Bali United U-19 mampu menyamakan skor menjadi 2 sama. Setelah salah satu pemain tim tuan rumah dilanggar, terjadi kericuhan antar kedua kubu hingga punggawa muda Bali United, Ricky Nova harus dirawat di Rumah Sakit karena cedera cukup parah di leher. Dalam tayangan ulang, terlihat Ricky mendapat bogem mentah di leher oleh pemain Bhayangkara, Reksa Maulana.

Pelatih Bhayangkara U-19, Charis Yulianto pun angkat suara. Mantan bek andalan Persija itu tak terima anak asuhnya disorot dan menuding kepemimpinan wasit Budi Narimo sebagai penyebab segala kejadian tersebut. “Sangat kecewa, kemenangan ini akhirnya direnggut oleh wasit. Jujur, saya sebenarnya tidak mau komentar tentang wasit, tapi nyatanya, kemenangan kami hari ini dirampok oleh wasit” ujar Yulianto blak-blakan.

Dalam laga tersebut, Bhayangkara memang sempat memimpin 2-1 sebelum Dalen Ramadhan mencetak gol penyeimbang bagi Bali United di babak perpanjangan waktu.

“Jujur, anak-anak (Bhayangkara U-19) sudah berjuang dengan luar biasa tapi sekali lagi kami merasa dirugikan. Mohon ke depannya kinerja wasit diperhatikan sekali lagi oleh Komisi. Sekali lagi, kami tidak pantas menerima hasil imbang!” tukas Charis mempertahankan pendapatnya.

Oke sip, mas Charis, ngomong-ngomong sudah sempat jenguk Ricky Nova? Semoga karirnya tidak tamat sebelum berkembang ya karena kejadian ini. Bagaimanapun, nyawa seseorang lebih penting dari hasil akhir bukan?

https://www.youtube.com/watch?v=y2LWGaAjTNI

Comments