Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, percaya bahwa ketakutan membuat keputusan adalah penyebab kegagalan Italia untuk menghapuskan rasisme dalam sepakbola.

Sebuah insiden di San Siro pada 26 Desember melihat pemain Napoli, Kalidou Koulibaly, menjadi sasaran pelecehan rasis dari tribun selama pertandingan dengan Inter.

Serie A merespons dengan memerintahkan Inter untuk memainkan dua pertandingan liga kandang mereka di bawah pintu tertutup, tetapi Italia bukan satu-satunya negara yang menghadapi masalah seperti itu.

Dua insiden besar di sepakbola Inggris menjelang akhir 2018 membuat Raheem Sterling diduga menjadi sasaran penganiayaan oleh penggemar Chelsea, tak lama setelah seorang penggemar Tottenham dituduh melemparkan pisang ke Pierre-Emerick Aubameyang (pemain Arsenal).

Allegri merasa seluruh situasi ini membuat frustrasi, bukan hanya karena pelecehan itu, tetapi juga tanggapan pihak berwenang Italia, dengan pelatih Juve yang menuntut pelarangan seumur hidup dikenakan pada mereka yang dinyatakan bersalah.

“Ini bukan hal yang baru, banyak yang membicarakannya hanya untuk mengisi mulut mereka,” kata Allegri kepad Sky Italia.

“Ini sangat, sangat mudah, bukan masalah membelah atom menjadi empat. Ada perangkat di stadion untuk mengidentifikasi siapa yang tidak menghormati aturan.

“Jika saya tidak salah, orang yang melemparkan pisang ke Aubameyang akan dihukum tidak bisa pergi ke stadion lagi. Di Italia kami punya masalah: ada rasa takut untuk mengambil keputusan.

“Kita semua takut mengambil keputusan penting karena ini sangat tidak populer. Anda mendapatkannya dan Anda memberinya larangan seumur hidup.

“Dan kemudian poin kedua (tentang membuat respon di lapangan), katakanlah ada hukuman dan pelecehan rasis dimulai, apa yang harus kita lakukan?

“Hal ini menghibur saya, karena saya telah mendengar banyak pakar mengatakan ini dan itu. Di Italia, kita adalah juara dunia dalam kasus-kasus ini. Alih-alih menjadi penurut dan bersikap baik, kita semua berpidato lebih besar ketika sebenarnya lebih baik diam.”

Kemudian ditanya tentang apa yang perlu diperbaiki oleh sistem sepakbola Italia, mantan pelatih Cagliari itu menambahkan: “Tentu saja perketat peraturan sosial yang berkaitan dengan sepakbola.

“Kita harus memegang teguh bahwa olahraga ini adalah yang paling populer di dunia, sehingga perlu menjaga semua elemen di dalamnya.”

Comments