Striker asal Italia, Giuseppe Rossi, kembali harus mengalami kemunduran dalam karirnya. Pemain yang pernah merumput di Manchester United tersebut positif menggunakan substansi terlarang dalam sebuah tes doping rutin yang diadakan di bulan Mei silam.

Sepanjang berkarir, Rossi memang diketahui kerap tertimpa cedera parah. Saat ini, ia sebetulnya masih menjalani masa pemulihan dari cedera lutut parah kelimanya dan telah kehilangan nyaris seperempat dari total 15 tahun kiprahnya karena cedera.

Berita perihal kegagalan tes doping Rossi dilaporkan oleh media Italia, Gazzetta dello Sport, yang mengungkap bahwa sang ujung tombak terbukti positif mengenakan substansi terlarang setelah kekalahn klubnya, Genoa dengan skor 1-0 atas Benevento di kancah Serie-A. Belakangan diketahui substansi tersebut merupakan dorzolamide, yang biasanya ditemukan di dalam obat tetes mata.

Kendati demikian, pihak Rossi dikabarkan membantah keras dan menyatakan tidak pernah menggunakan obat tetes mata sama sekali. Gagalnya tes doping tersebut membuat Rossi bisa menerima sangsi berat dari badan anti-doping Italia; berupa larangan bermain di sepakbola profesional selama minimal satu tahun.

Mengawali karir sebagai jebolan akademi Manchester United, Rossi sempat digadang-gadang menjadi salah satu pemain terbaik Eropa. Ia kemudian memilih untuk hijrah ke Villareal demi waktu bermain reguler pada tahun 2007.

Di klub asal Spanyol tersebut, Rossi sempat cemerlang dan menjadi andalan serta incaran banyak klub elit Eropa. Sayangnya, performanya mengalami kemunduran setelah menderita cedera lutut serius di tahun 2011 yang memaksanya absen hingga beberapa musim. Rossi kemudian bergabung dengan tim Serie-A, Fiorentina dan mengawali musim 2013/2014 sebagai top skorer. Sayangnya, cedera kembali menimpa lututnya dan ia pun harus kembali menepi selama satu tahun hingga akhirnya dilepas oleh La Viola dan bergabung ke Genoa tahun silam.

Kini, Rossi tengah berstatus tanpa klub di usia 31 tahun, dan jika hukuman tersebut benar dijatuhkan, maka ia kembali harus merasakan ‘terasing’ dari lapangan hijau dalam waktu yang lama.

Comments