Salah satu klub terbesar di dunia sepak bola, Real Madrid telah dianugerahi oleh beberapa nama besar dalam sepak bola.

Los Blancos memiliki bermacam-macam striker kelas dunia yang luar biasa bermain untuk mereka, dan penampilan mereka sangat penting bagi kesuksesan Real Madrid selama bertahun-tahun.

Dalam daftar ini, Cristiano Ronaldo belum termasuk. Itu karena meskipun dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Real Madrid dan salah satu pemain terhebat yang pernah memainkan pertandingan, Ronaldo bukanlah seorang striker yang luar biasa dan sering bermain di sayap selama waktunya di klub.

Jadi, berikut adalah 5 striker terhebat dalam sejarah Real Madrid.

Ronaldo Nazario

Ronaldo ‘O Fenomeno’ Nazario bisa dibilang mendefinisikan cara yang dibutuhkan striker modern untuk memainkan sepak bola.

Seorang pemain yang sangat berpengaruh, Ronaldo melambungkan namanya bersama PSV Eindhoven, yang membuatnya pindah ke Barcelona. Pemain internasional Brasil itu hanya bertahan satu musim bersama Blaugrana tetapi berhasil mencetak 47 gol di semua kompetisi sebelum bergabung dengan Inter Milan pada 1997.

Setelah lima musim penuh cedera di klub Italia tersebut, Real Madrid memutuskan untuk membayar 40,5 juta poundsterling kepada Inter Milan untuk mendapatkan pemenang Piala Dunia 2002 itu.

Pencetak gol yang produktif dengan dribbling dan kemampuan teknik yang luar biasa, Ronaldo membuat 177 penampilan di semua kompetisi untuk Real Madrid, mencetak 104 gol. Dia memenangkan La Liga sekali bersama Los Blancos dan dianggap sebagai salah satu pemain terhebat yang tidak pernah memenangkan Liga Champions.

Ronaldo memenangkan dua penghargaan Ballon d’Or selama karirnya. Dia pensiun pada 2011 setelah menjalankan tugasnya bersama AC Milan dan Corinthians. Ronaldo saat ini adalah presiden klub La Liga Real Valladolid.

Karim Benzema

Salah satu striker terhebat di generasinya, Karim Benzema adalah pemain yang diremehkan sepanjang karirnya.

Benzema adalah striker yang komplit, tetapi kehadiran Cristiano Ronaldo di Real Madrid membuat orang Perancis itu beroperasi dalam bayang-bayang legenda Portugal. Namun, setelah kepergian Ronaldo pada tahun 2018, Benzema telah melangkah dan memimpin lini depan Real Madrid.

Benzema bergabung dengan Real Madrid dari Olympique Lyon pada 2009 dengan nilai transfer 31,5 juta poundsterlong. Sejak itu, ia berkembang menjadi pemain kunci Los Blancos, berkat kemampuan mencetak gol, kreativitas dan kecakapan passingnya.

Pemain berusia 33 tahun ini telah mencatatkan 554 penampilan di semua kompetisi untuk Real Madrid dengan mencetak 277 gol. Pasca keluarnya Ronaldo, Karim Benzema menjadi striker andalan klub. Musim ini, dia telah membuat 31 penampilan La Liga, mencetak 21 gol dan memberikan delapan assist.

Raul Gonzalez

Produk dari akademi Real Madrid, Raul adalah legenda Los Blancos yang bonafide dan salah satu pemain Spanyol terhebat sepanjang masa.

Advertisement

Striker tersebut melakukan debutnya untuk Real Madrid pada tahun 1994 dan langsung membuktikan dirinya sebagai pemain kunci dalam serangan mereka. Seorang penyerang kreatif dengan rekor mencetak gol yang produktif, Raul adalah pemain yang berbakat secara teknis yang umur panjangnya di level tertinggi sangat terkenal.

Pemain asal Spanyol itu membuat 741 penampilan di semua kompetisi untuk Real Madrid, dengan mencetak 323 gol. Dia memenangkan enam gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions bersama klub sebelum meninggalkan Real Madrid pada 2010 untuk bergabung dengan Schalke.

Setelah tugas berikutnya dengan Schalke, Al Sadd dan New York Cosmos, pria 43 tahun itu pensiun pada tahun 2015. Saat ini dia adalah pelatih Real Madrid Castilla.

Ferenc Puskas

Salah satu pemain terhebat sepanjang masa, Ferenc Puskas menghabiskan seluruh karirnya dengan mewakili dua klub.

Striker Hungaria itu menghabiskan sebagian besar waktunya di Hungaria, bermain untuk Budapest Honved, di mana ia mencetak gol yang produktif untuk klub dan negaranya membuat Real Madrid mendapatkannya pada tahun 1958.

Puskas tampil luar biasa bersama Real Madrid, secara konsisten mencetak gol untuk Los Blancos di kompetisi terbesar. Dia mencetak 156 gol dalam 180 pertandingan untuk Real Madrid dan memenangkan empat Pichichi (pencetak gol terbanyak dalam satu musim La Liga). Puskas juga memainkan peran kunci dalam kesuksesan Real Madrid di Piala Eropa/Liga Champions di akhir tahun 50-an.

Ferenc Puskas pensiun pada tahun 1966 dan memulai karir manajerial. Puskas melatih Vancouver Royals, Alaves, Panathinaikos, Colo-Colo dan AEK Athena. Dia juga mengelola tim internasional yaitu Arab Saudi dan Hungaria.

Alfredo Di Stefano

Mitra Ferenc Puskas di lini depan, Alfredo Di Stefano adalah pencetak gol yang sama produktifnya dan menikmati status legendaris di Real Madrid.

Di Stefano memulai karirnya dengan River Plate sebelum mengukir namanya dengan klub Kolombia Millionarios. Eksploitasi untuk klub membuat Real Madrid mengontraknya pada tahun 1953 dalam kesepakatan kontroversial. Barcelona tampaknya akan mendapat tanda tangannya sebelum Los Blancos ‘membajak’ kesepakatan itu.

Striker itu terbukti merupakan akuisisi yang luar biasa. Di Stefano membuat 396 penampilan di semua kompetisi untuk Real Madrid, mencetak 308 gol. Dia memenangkan penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1957 dan 1959.

Seperti Puskas, ia memainkan peran kunci dalam kesuksesan Piala Eropa/Liga Champions bersama Real Madrid. Dalam sepak bola internasional, Di Stefano mewakili Argentina, Kolombia dan kemudian Spanyol.

Striker legendaris itu pensiun pada tahun 1966 setelah sempat memperkuat Espanyol. Dia melatih Valencia tiga kali, Real Madrid dua kali dan Boca Juniors dua kali, selain dari tugas bersama Sporting CP, River Plate dan Rayo Vallecano.

Advertisement
Comments