Ballon d’Or adalah salah satu penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola.

Dikonseptualisasikan oleh France Football pada tahun 1956, Ballon d’Or adalah penghargaan tahunan yang telah dimenangkan oleh banyak pemain bagus selama bertahun-tahun.

Awalnya, hanya jurnalis terpilih yang memilih nominasi Ballon d’Or. Namun pada tahun 2007, semua kapten dan pelatih timnas diberikan hak pilih. Tahun itu juga, Ballon d’Or menjadi penghargaan global, dengan pemain dari seluruh dunia memenuhi syarat untuk memenangkannya.

Mempertimbangkan popularitas sepak bola di Eropa, sebagian besar pemenang Ballon d’Or adalah orang-orang yang telah berkarir di benua itu. Lionel Messi (6) dan Cristiano Ronaldo (5) telah memenangkan penghargaan Ballon d’Or terbanyak dalam sejarah, dengan kedua pemain memenangkan penghargaan di usia 20-an dan 30-an.

Namun, Ballon d’Or pada dasarnya adalah penghargaan pemain muda, dengan hanya segelintir pemain yang memenangkan penghargaan setelah berusia 30 tahun. Sebagai catatan, berikut adalah 5 pemenang penghargaan Ballon d’Or tertua dalam sejarah:

Fabio Cannavaro (2006) | 33 tahun 74 hari

Musim 2005-06 yang luar biasa melihat Fabio Cannavaro pertama kali memenangkan gelar Serie A bersama Juventus. Bek itu kemudian membawa Italia memenangkan gelar keempat mereka di Piala Dunia 2006.

Advertisement

Gelar Bianconeri dibatalkan karena skandal Calciopoli. Tapi Cannavaro memiliki musim untuk diingat di Piala Dunia musim panas itu, terutama melawan Jerman di semifinal. Meski bertubuh kurang ideal sebagai pemain bertahan, kapten Azzurri ini menampilkan kualitas luar biasa, memenangkan semua duel udara melawan Miroslav Klose yang jauh lebih tinggi.

Cannavaro juga menguasai aspek lain dari permainannya, membuat interseps tepat waktu, tekel terakhir dan umpan kunci. Dia juga memulai langkah yang menghasilkan gol kedua Italia di perpanjangan waktu. Itu adalah salah satu penampilan terbaik dan layak diganjar Ballon d’Or.

Sekarang berusia 47 tahun, Cannavaro tetap menjadi yang terakhir dari hanya tiga bek yang memenangkan penghargaan Ballon d’Or.

 Luka Modric (2018) | 33 tahun 84 hari

Luka Modric mengakhiri duopoli Ballon d’Or selama satu dekade antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo ketika dia mengantongi penghargaan bergengsi pada 2018. Itu membuat maestro Kroasia menjadi pemain tertua yang memenangkan penghargaan Ballon d’Or sejak pergantian abad.

Meskipun Modric adalah pilihan kontroversial untuk penghargaan setelah Ronaldo dan Messi menjadi bintang, gelandang Kroasia itu adalah pemain kunci untuk klub dan negara sepanjang tahun. Modric membantu Real Madrid memenangkan Liga Champions ke-13 yang memperpanjang rekor dan yang ketiga berturut-turut. Pemain itu juga membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018.

Gelandang mungil itu mencetak gol melawan Nigeria dan Argentina untuk membantu Kroasia memuncaki fase grup. Modric kemudian mencetak gol dalam kemenangan adu penalti atas Denmark dan Rusia dalam perjalanan Kroasia menuju pertandingan final. Mereka akhirnya kalah 2-4 dari Perancis di final, tetapi Modric memenangkan penghargaan Golden Ball untuk penampilannya di turnamen.

Alfredo Di Stefano (1959) | 33 tahun 161 hari

Alfredo Di Stefano adalah salah satu dari segelintir pemain yang telah memenangkan banyak penghargaan Ballon d’Or. Kemenangan keduanya pada tahun 1959 menjadikannya salah satu pemenang tertua dari penghargaan.

Salah satu striker terbaik dalam sepak bola, Di Stefano adalah pencetak gol luar biasa bagi Real Madrid. Dia membantu raksasa Spanyol meraih banyak trofi selama waktunya di klub. Enam gol Di Stefano di musim 1958-59 membantu Real Madrid memenangkan Piala Eropa (Liga Champions) keempat mereka secara beruntun.

Di Stefano juga dianugerahi penghargaan Super Ballon d’Or pada tahun 1989 untuk eksploitasinya dalam sepak bola. Penghargaan tersebut diberikan atas pencapaiannya yang luar biasa, setelah mencetak lebih dari 300 gol dan memenangkan 17 trofi bersama Real Madrid.

Lev Yashin (1963) | 34 tahun 55 hari

Lev Yashin adalah satu-satunya kiper yang memenangkan penghargaan Ballon d’Or. Secara luas dianggap sebagai salah satu kiper terbaik yang telah menghiasi permainan, Yashin menghabiskan seluruh karir di level klub dengan Dynamo Moscow.

Dikreditkan dengan menyelamatkan lebih dari 150 penalti sesuai catatan FIFA, Yashin adalah garis pertahanan terakhir yang tak tertembus untuk timnya. Dia mencatatkan lebih dari 250 clean sheet selama karirnya.

Yashin adalah seorang sweeper-keeper beberapa dekade di depan waktunya dengan refleks secepat kilat dan kecakapan passing yang mengesankan. Dia membantu Dynamo hanya kebobolan tujuh kali dalam perjalanan menuju kemenangan liga kelima mereka secara beruntun di musim 1962-63. Penampilan luar biasa Yashin di bawah mistar gawang berarti dia memenangkan penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1963.

Yashin, yang pensiun pada tahun 1989, memainkan peran kunci dalam memenangkan Euro perdana di Uni Soviet pada tahun 1960. Dia juga tampil sangat baik di Piala Dunia 1962.

France Football juga memberi penghargaan Lev Yashin untuk menghormatinya pada tahun 2019 sebagai penghargaan untuk kiper terbaik.

Stanley Matthews (1956) | 41 tahun, 317 hari

Sir Stanley Mathews adalah pemenang pertama penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1956. Dengan mengantongi penghargaan tersebut pada usia 41 tahun,d ia tetap menjadi pemenang Ballon d’Or tertua dalam sejarah.

Mathews adalah pemain sayap yang diberkati dengan kecepatan dan bermain sampai usia 50 tahun, berkat kebugarannya yang sempurna. Dia menghabiskan rekor 33 musim di kompetisi papan atas Inggris dan rekornya tidak mungkin ditiru oleh siapa pun.

Berkat aksinya, Matthews dianugerahi gelar kebangsawanan saat dia masih bermain. Kemenangannya di Piala FA 1953 bersama Blackpool, di mana mereka mencetak tiga gol dalam 35 menit terakhir untuk memastikan kemenangan 4-3, adalah satu-satunya kehormatan besarnya. Pertandingan tersebut kemudian dikenal sebagai ‘Mathews Final’.

Mathews mengalahkan Alfredo Di Stefano untuk penghargaan Ballon d’Or pada tahun 1956. Selama karir internasional yang berlangsung 24 tahun, Mathews mencetak 11 gol untuk Inggris.

Advertisement
Comments