Bisa dibilang penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola adalah Ballon d’Or, yang telah dimenangkan oleh beberapa nama besar dari olahraga terpopuler ini.

Kriteria pemilihan pemenang bervariasi. Memenangkan kompetisi klub utama Eropa, Liga Champions UEFA, dianggap oleh banyak pihak sebagai langkah penting menuju Ballon d’Or.

Namun, selama bertahun-tahun, ada beberapa pesepakbola yang telah memenangkan Ballon d’Or tetapi gagal meraih trofi Liga Champions UEFA. Dalam beberapa kasus, para pemain ini telah memenangkan banyak Ballon d’Or dan bahkan Piala Dunia, tetapi Liga Champions UEFA tetap berada di luar jangkauan.

Dan berikut ini adalah 5 pemenang Ballon d’Or yang tidak pernah meraih gelar Liga Champions UEFA:

GEORGE WEAH

Satu-satunya pemain dari benua Afrika yang memenangkan Ballon d’Or, George Weah dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu pesepakbola terhebat yang tidak memenangkan Liga Champions UEFA.

EL FUTBOLISTA AFRICANO, PRIMER JUGADOR NO EUROPEO EN GANAR EL BALÓN DE ORO, EN 1995

Pemain asal Liberia itu terkenal di AS Monaco, di mana Arsene Wenger memainkan peran penting dalam perkembangannya. Secara teknis berbakat dan finisher yang sangat baik, Weah bergabung dengan Paris Saint-Germain pada tahun 1992, di mana dia memenangkan gelar Ligue 1 dan Coupe de la Ligue.

Pada tahun 1995, dia pindah ke AC Milan. Weah adalah pencetak gol yang konsisten di masa jayanya dan memenangkan dua gelar Serie A bersama Rossoneri. Penampilannya yang konsisten membuatnya memenangkan Ballon d’Or pada tahun 1995. Setelah menjalankan tugas dengan Chelsea, Manchester City dan Olympique Marseille, dia pensiun pada tahun 2003. Dan Weah saat ini menjadi presiden Liberia.

LOTHAR MATTHAUS

Lothar Matthaus menikmati karir yang luar biasa dan mewakili beberapa klub terbesar di dunia sepak bola.

Matthaus memulai karir profesionalnya bersama Borussia Monchengladbach dan bergabung dengan Bayern Munich pada tahun 1984. Dianggap sebagai salah satu gelandang terhebat sepanjang masa, pemain asal Jerman ini terkenal dengan kemampuan passing dan mencetak golnya. Matthaus memiliki 150 caps bersama timnas Jerman, mencetak 23 gol. Dia juga mengumpulkan 410 penampilan untuk Bayern, mencetak 100 gol dan 50 assist.

Dia menikmati dua musim dengan Bayern Munich, dengan empat musim dengan Inter Milan diantaranya. Matthaus memenangkan tujuh gelar Bundesliga dan satu gelar Serie A selama periode itu, meskipun dia tidak bisa memenangkan Liga Champions. Gelandang itu memenangkan Ballon d’Or pada tahun 1990.

Advertisement

FABIO CANNAVARO

Sangat sulit bagi para pemain bertahan untuk memenangkan Ballon d’Or, yang membuat kemenangan Fabio Cannavaro pada tahun 2006 menjadi sangat spesial.

Cannavaro menjadi kapten tim nasional Italia untuk kemenangan di Piala Dunia 2006, menunjukkan performa kelas dunia secara konsisten sepanjang turnamen. Bek tengah itu menikmati karir klub yang baik juga, bermain untuk klub seperti Inter Milan, Juventus dan Real Madrid.

Cannavaro memenangkan La Liga dua kali bersama Los Blancos, tetapi paling diingat karena kesuksesannya bersama tim nasional. Setelah pensiun, dia memulai karir kepelatihan dan saat ini menukangi klub Tiongkok Guangzhou.

MICHAEL OWEN

Michael Owen bisa menjadi salah satu pemain hebat sepanjang masa jika cedera tidak memainkan peran penting dalam menentukan lintasan karirnya.

Bakat yang luar biasa, Owen adalah yang terbaik selama hari-harinya di Liverpool. Sebuah produk dari akademi Liverpool, dia adalah pencetak gol yang produktif di usia muda untuk klubnya. Secara keseluruhan, Owen membuat 297 penampilan di semua kompetisi untuk Liverpool dan mencetak 158 gol. Dia memenangkan Ballon d’Or untuk penampilan individunya yang luar biasa pada tahun 2001.

Namun karirnya melambat setelah itu. Owen pindah ke Real Madrid pada tahun 2004, tetapi setelah hanya satu musim, pemain Inggris itu menandatangani kontrak dengan Newcastle United. Kemudian, Owen memenangkan Premier Leaguge dengan Manchester United.

RONALDO NAZARIO

Ronaldo Nazario bisa dibilang sebagai pesepakbola terhebat yang tidak pernah memenangkan Liga Champions UEFA.

O Fenomeno dianggap sebagai salah satu yang terhebat sepanjang masa. Ronaldo menambahkan dimensi baru pada peran striker, dan gaya permainannya memengaruhi generasi pesepakbola masa depan. Banyak bintang sepak bola modern mengaku mengagumi pemain asal Brasil itu selama masa jayanya.

Berbakat secara fisik, kuat secara teknis, pengumpan yang sangat baik dan finisher kelas dunia, Ronaldo memiliki semuanya. Pemain Brasil itu membantu negaranya memenangkan Piala Dunia dua kali, memenangkan Ballon d’Or dua kali juga. Dia mewakili klub seperti PSV Eindhoven, Barcelona, ​​​​Inter Milan, Real Madrid dan AC Milan.

Ronaldo Nazario tetap menjadi pemain ikonik hingga saat ini. Sangat menakutkan untuk membayangkan apa yang mungkin telah dia capai jika tidak dihambat cedera.

Advertisement
Comments