Di final antara dua tim terbaik turnamen, Italia mengalahkan Inggris 3-2 dalam adu penalti untuk memenangkan Euro 2020.

Mungkin para pemain yang tampil di Euro 2020 menjadi sorotan, namun di balik semua itu, ada para pelatih yang sukses menerapkan taktiknya sepanjang turnamen.

Dan berikut ini adalah 5 pelatih terbaik di Euro 2020:

Andriy Shevchenko (Ukraina)

Andriy Shevchenko mengambil alih kendali tim nasional Ukraina setelah Euro 2016, di mana Ukraina kalah dalam tiga pertandingan babak penyisihan grup. Mereka juga gagal mencetak gol atau mengumpulkan poin sehingga finish terakhir.

Sejak itu, pengaruh mantan striker itu terhadap tim cukup terlihat. Shevchenko mengubah gaya permainan Ukraina dari gaya serangan balik menjadi gaya sepak bola berbasis penguasaan bola.

Meski Ukraina gagal lolos ke Piala Dunia 2018, Shevchenko membuktikan kualitas manajerialnya dengan membawa Ukraina ke putaran final Euro 2020. Mereka bahkan memuncaki grup kualifikasi yang berisi Portugal.

Ukraina tampil impresif dalam drama lima gol melawan Belanda, di mana comeback mereka digagalkan oleh gol penentu kemenangan Oranje. Namun demikian, pasukan Shevchenko lolos ke babak 16 besar Euro 2020 sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik.

Ada lebih banyak lagi saat Ukraina menang atas Swedia untuk ke perempatfinal Euro 2020. Namun Ukraina kalah dari Inggris di babak itu, tetapi Shevchenko dan anak buahnya boleh puas dengan penampilan mereka di Euro 2020.

Luis Enrique (Spanyol)

Luis Enrique telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan Spanyol sejak mengambil alih kurang dari dua tahun lalu.

Mantan pelatih Barcelona ini telah menanamkan filosofi menyerang, menggunakan formasi 4-3-3 di Euro 2020 dengan hasil yang mengesankan. Tepat sebelum turnamen dimulai, dia tidak takut mengambil keputusan besar dengan mengabaikan Sergio Ramos.

Enrique juga menunjukkan kecakapan manajemen manusia yang luar biasa dan bakat yang luar biasa, yang dibuktikan dengan penampilan Pedri yang mengesankan dalam enam pertandingan Spanyol di Euro 2020. Pelatih asal Spanyol itu juga mendukung Alvaro Morata setelah ia gagal mengeksekusi penalti di babak penyisihan grup.

Di Euro 2020, Enrique tepat dengan pergantian pemainnya, menunjukkan kemampuannya untuk membaca situasi dalam pertandingan dan merespons dengan baik. Penalti dari Mikel Oyarzabal dalam adu penalti melawan Swiss adalah salah satu contohnya.

Di bawah asuhan Enrique, Spanyol memainkan gaya sepakbola menyerang yang menyegarkan, mencetak lima gol dalam dua pertandingan berturut-turut sehingga total mengoleksi 13 gol. Meskipun tim asuhan Enrique kalah dari Italia dalam adu penalti di semifinal, Spanyol memiliki kemampuan untuk tampil baik di beberapa turnamen besar berikutnya.

Kasper Hjulmand (Denmark)

Denmark asuhan Kasper Hjulmand memberikan salah satu kisah paling indah di Euro 2020.

Advertisement

Denmark kehilangan Christian Eriksen di pertandingan pembuka setelah pingsan di lapangan. Namun, mereka pulih untuk menjadi tim pertama yang mencapai babak gugur Euro 2020 setelah kalah dalam dua pertandingan awal.

Begitu berada di babak gugur, tim asuhan Hjulmand semakin baik dan mengalahkan Wales 4-0 di babak 16 besar. Mereka kemudian mengalahkan Republik Ceko 2-1 untuk mencapai semifinal pertama sejak kemenangan pada tahun 1992.

Melawan Inggris di semifinal, Denmark membuka skor dan punya alasan untuk merasa kecewa saat The Three Lions mencetak gol kemenangan melalui penalti kontroversial di perpanjangan waktu. Namun demikian, Denmark benar-benar layak diapresiasi.

Gareth Southgate (Inggris)

Tak perlu dikatakan bahwa Gareth Southgate adalah salah satu pelatih paling mengesankan di Euro 2020.

Meski memiliki sederet talenta dalam serangan, dia berani mengorbankan bakat dalam tim demi soliditas pertahanan. Taktik itu membuat Inggris tidak memainkan sepakbola paling atraktif di turnamen tersebut. Tetapi mereka memulai Euro 2020 mereka dengan lima clean sheet berturut-turut, yang pertama dalam sejarah Euro.

Sejak mengambil alih kendali tim nasional Inggris setelah Euro 2016, Southgate sering membuat keputusan tidak populer.

Namun dia membawa Inggris meraih prestasi luar biasa di Piala Dunia 2018 saat mencapai semifinal. Tiga tahun kemudian, Inggris meningkat pesat sehingga perjalanan ke final Euro 2020.

Sayangnya Southgate membuat satu kesalahan di final dan dianggap sebagai penentu kekalahan Inggris.

Roberto Mancini (Italia)

Roberto Mancini telah mengubah nasib Italia setelah mengambil alih tim menyusul gagal lolos ke Piala Dunia 2018.

Mancini mulai mengidentifikasi personel yang tepat, menemukan perpaduan yang tepat antara pemain muda dan pengalaman serta memberi kejutan di kualifikasi Euro 2020.

Di putaran final Euro 2020, pasukan Mancini tampil sebagai kuda hitam tetapi memiliki gaya bermain menyerang yang menyegarkan tanpa mengorbankan pertahanan secara tradisional. para pemain seperti Gianluigi Donnarumma, Federico Chiesa dan Jorginho tampil mengesankan sepanjang turnamen. Leonardo Spinazzola (sampai cedera), Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci juga termasuk di antara pemain bintang selama Euro 2020.

Azzurri merespons dengan brilian saat kebobolan dalam waktu dua menit di final. Mereka mengambil kendali pertempuran lini tengah, mendominasi kepemilikan bola dan mengunci permainan Inggris. Pasukan Mancini selalu tampak sebagai tim yang lebih mungkin untuk mencetak gol saat pertandingan berlangsung dan menampilkan manajemen permainan yang superior dan ketenangan, terutama dalam adu penalti.

Menyusul kemenangan Euro 2020, Azzurri kini hanya tinggal satu pertandingan lagi untuk menyamai rekor 35 pertandingan tak terkalahkan Spanyol dan Brasil, rekor tak terkalahkan terpanjang di sepak bola internasional.

Advertisement
Comments