‘One season wonder’ adalah ungkapan ‘kejam’ yang diberikan kepada pesepakbola yang hanya bagus di satu msuim.

Mereka mencapai kinerja puncak sebelum tampil biasa saja atau bahkan lebih buruk dalam hal kemampuan. Premier League, dalam hampir 30 tahun keberadaannya, telah memiliki sejumlah pemain hebat termasuk Thierry Henry, Cristiano Ronaldo, Steven Gerrard dan Sergio Aguero. Mereka secara konsisten menjadi pemain yang luar biasa.

Di sisi lain, Premier League juga melihat talenta yang paling tidak disukai mencapai puncaknya, meskipun tidak lama. Berikut adalah 5 pesepakbola ‘one season wonder’ terbaik dalam sejarah Premier League.

Benjani

Salah satu ‘one season wonder’ Portsmouth musim 2007-2008 yang bersinar begitu terang sehingga pada Januari dia mencetak 12 gol di Premier League. Secara keseluruhan dia mencetak 15 gol dalam 36 pertandingan.

Pemain asal Zimbabwe, yang datang dari Auxerre, cukup mengejutkan. Tidak terkecuali manajer Portsmouth Harry Redknapp yang menjadi perantara kesepakatan dengan Manchester City dengan harga hampir 4 juta poundsterling. Di sana dia mengalami periode dua musim yang buruk dengan hanya mencetak empat gol sebelum dilepas.

Sadio Berahino

Sadio Berahino beralih ke Premier League pada 2014-2015 untuk West Bromwich Albion dan mencetak 20 gol.

Berahino adalah salah kejutan selama musim 2014-2015, mencetak 20 gol di semua kompetisi untuk The Baggies. Setelahnya, dia mendapat panggilan timnas Inggris dan menumpuk banyak harapan.

Godaan untuk bermain sepak bola di tempat lain dan masalah disiplin membuat reputasinya buruk. Performanya di lapangan menurun drastis, dan dia bahkan terlihat akan menyerang dan tidak bermain untuk West Bromwich Albion lagi.

Setelahnya, dia pindah ke Stoke City yang membuatnya hanya mencetak tiga gol dalam 50 penampilan untuk klub dan terdegradasi.

Roque Santa Cruz

Dia dibawa ke Blackburn Rovers setelah memiliki performa yang menakjubkan untuk Paraguay dan Bayern Munich. 5 juta euro tampak seperti tawaran sensasional untuk seorang striker yang menjabat sebagai super-sub di salah satu klub terbesar di Eropa.

Dia mulai bermain, mencetak 19 gol dalam 37 pertandingan pada 2007-2008 dan menempati posisi ke-4 dalam daftar pencetak gol terbanyak musim itu. Dia hanya berada di belakang Cristiano Ronaldo, Fernando Torres dan Emmanuel Adebayor saat Blackburn finish kedelapan.

Advertisement

Namun dia hanya mampu mencetak sembilan gol dalam 27 pertandingan berikutnya. Hebatnya, Manchester City datang dengan tawaran 17,5 juta poundsterling untuk jasanya dengan kontrak empat tahun, membuat Blackburn menguangkan bintang mereka. Sayangnya dia hanya mencetak empat gol untuk Manchester City.

Robinho

Robinho disebut-sebut sebagai talenta terbaik di generasinya dan Ronaldo Nazario berikutnya karena kecepatannya dan kemampuan klinisnya untuk mengalahkan legenda Brasil. Dia ditandatangani oleh Real Madrid dan diberi nomor punggung 10. Dia menjadi pencetak gol terbanyak ketiga dalam tiga musimnya di Real Madrid, bahkan finis 10 besar dalam rangking Ballon D’or.

Meskipun Real Madrid mengalami perubahan pelatih, Robinho dijual ke Manchester City dengan harga 32 juta poundsterling. Ini adalah tanda dari pengambilan alih pengusaha asal Timur Tengah terhadap Manchester City.

of Manchester of Chelsea during the Premier League match between Manchester City and Chelsea at The City of Manchester Stadium on September 13, 2008 in Manchester, England.

Di musim penuh pertamanya, dia adalah pencetak gol terbanyak keempat dengan 14 gol di Premier League pada 2008-2009, menjadi yang terbanyak bagi City. Namun setelahnya dia sering dibekap cedera dan mengalami penurunan performa, hal yang membuatnya dipinjamkan ke Santos dan dijual permanen ke AC Milan.

Michu

Mungkin ‘one season wonder’ yang paling berkesan dan berpengaruh di semua sepak bola modern. Michu ditandatangani senilai 2 juta poundsterling dari Rayo Vallecano. Hanya sedikit yang mengira bahwa gelandang serang/penyerang tengah itu akan mempertahankan performanya bertahun-tahun

Musim 2012-2013 membuatnya mencetak 18 gol hanya dalam 35 pertandingan, finish di lima besar di daftar pencetak gol.

Apa yang membuatnya menonjol adalah kualitas dan kenyamanan yang dia miliki saat menguasai bola, meskipun dia adalah pemain yang tinggi dan mengesankan secara fisik. Dia memiliki tembakan kaki kiri mematikan dan akurat.

Dia bahkan memiliki trofi atas namanya saat Swansea City keluar sebagai pemenang Piala EFL musim itu. Sayangnya, karir yang diganggu oleh cedera sehingga Michu bersinar sangat singkat sebelum dia pensiun pada usia 31 tahun

Advertisement
Comments