Euro 2020 akan berlangsung akhir pekan ini dan menjanjikan akan menjadi musim panas yang menyenangkan saat negara-negara top Eropa bersiap untuk bertarung demi gelar juara.

Semua negara peserta telah mengumumkan skuat mereka dan turnamen yang sangat ditunggu-tunggu akan jadi tontonan menaril.

Tim-tim seperti Perancis, Belgia, Portugal, Spanyol, Italia, Belanda dan Inggris menjadi unggulan. Para pelatih berusaha keras untuk memastikan mereka membawa pulang trofi Euro 2020.

Akan tetapi sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi di turnamen papan atas dengan beberapa negara Eropa memiliki tim bertabur bintang. Pada akhir musim panas, kita akan melihat semua teka-teki. Dan di artikel ini, akan memprediksi apa saja yang kemungkinan terjadi di Eruo 2020.

Polandia jadi tim kejutan

Polandia adalah kuda hitam Euro 2020. Namun, pelatih Paulo Sousa perlu mewaspadai timnya yang terlalu bergantung pada Robert Lewandowski. Striker Bayern Munich itu telah menjalani satu lagi musim domestik yang luar biasa, memenangkan sepatu Emas Eropa setelah mencetak 41 gol hanya dalam 29 penampilan di Bundesliga.

Dia juga pencetak gol terbanyak Polandia, dengan 66 gol dalam 118 penampilan. Sousa akan mengonfigurasi timnya untuk mengeluarkan yang terbaik dari striker berusia 32 tahun itu. Pemeran pendukung termasuk pemain seperti Piotr Zieliński dan Mateusz Klich juga tampil impresif di musim 2020-21.

Mereka juga memiliki Arkadiusz Milik untuk mendukung Lewandowski. Dia mencetak 10 gol dan dua assist dari 16 penampilan untuk tim Ligue 1 di semua kompetisi. Pemain kunci lini tengah Napoli Zielinski terus berkembang meskipun ada beberapa perubahan manajerial yang dialami Partenopei selama beberapa musim terakhir.

Dia juga dapat bermain dalam berbagai peran dan bersama Matheus Klich dan mereka memiliki apa yang diperlukan untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada Lewandowski. Grzegorz Krychowiak akan menjadi kehadiran yang tangguh di lini tengah defensif.

Lini belakang, dipimpin oleh Kamil Glik dan Jan Bednarek sehingga Polandia layak diperhitungkan dengan para pemain berpengalaman.

N’Golo Kante jadi pemain terbaik Euro 2020

N’Golo Kante meraih empat penampilan man-of-the-match berturut-turut dari leg kedua perempatfinal hingga final Liga Champions untuk Chelsea. Dia telah menunjukkan bahwa dia masih memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi pembuat perbedaan di panggung besar.

Kante telah dalam bentuk luar biasa akhir-akhir ini, menutupi setiap sisi lapangan dan membuat tim lawan kerepotan. Gelandang Perancis itu akan menjadi nama pertama untuk diandalkan Didier Deschamps. Dengan pemain berusia 30 tahun itu di lapangan, pemain lawan merasa sulit untuk menunjukkan permainan alami mereka.

Advertisement

Kante memainkan peran utama dalam kemenangan Piala Dunia 2018 bagi Perancis. Dan dia sangat mungkin mengulanginya.

Eden Hazard bisa jadi kejutan

Beberapa tahun lalu, Eden Hazard bisa dibilang sebagai penyerang terbaik di Premier League. Ketika dia merebut mimpinya pindah ke Real Madrid, dia diharapkan menjadi pengganti utama Cristiano Ronaldo.

Namun, tugas Hazard di Santiago Bernabeu telah diganggu dengan cedera dan pemain Belgia itu juga tampil buruk secara drastis.

Pelatih timnas Belgia Roberto Martinez percaya bahwa Eden Hazard akhirnya mencapai tingkat kebugaran yang baik dan akan menjadi pembuat perbedaan di turnamen. Jika itu benar, kita mungkin akan melihat Hazard yang seperti dulu.

Cristiano Ronaldo memenangkan sepatu emas

Cristiano Ronaldo berusia 36 tahun tetapi dia terus menjadi salah satu pencetak gol paling produktif di Eropa. Dia memenangkan Sepatu Emas Serie A setelah mencetak 29 gol dalam 33 penampilan untuk Juventus. Ronaldo mampu mencetak hampir satu gol per pertandingan meski sebagian besar rekan setimnya tampil buruk.

Portugal memiliki salah satu tim terkuat menuju Euro 2020. Dengan Bruno Fernandes dalam performa prima, Ronaldo tidak akan kekurangan layanan berkualitas. Dia juga kemungkinan akan dipasangkan dengan Andre Silva.

Ronaldo telah berulang kali meningkatkan permainannya di panggung besar. Mengingat fakta bahwa dia mendekati akhir karirnya, tidak ada keraguan bahwa dia akan memberikan yang terbaik di turnamen mendatang.

Perancis juara, Belgia kedua

Perancis memiliki tim yang hampir sama dengan yang memenangkan Piala Dunia 2018, dengan hampir semua pemain mereka berada di puncak kekuatan menuju Euro 2020. Mereka bahkan telah meningkatkan departemen menyerang, membawa Karim Benzema kembali ke dalam skuat.

Benzema akan berduet dengan Kylian Mbappe yang terus menjadi mimpi buruk bagi para bek lawan. Dengan Antoine Griezmann, Paul Pogba, N’Golo Kante di lini tengah dan orang-orang seperti Varane, Jules Kounde, Hernandez dan Benjamin Pavard menjadi pemain pendukung, mereka adalah salah satu tim terkuat di turnamen.

Selain itu, Belgia juga memiliki tim yang sangat bertalenta. Romelu Lukaku akan memimpin lini depan. Dia akan didukung oleh orang-orang seperti Kevin de Bruyne, Eden Hazard, Dries Mertens dan Yannick Carrasco.

Advertisement
Comments