Premier League telah diberkati dengan banyak talenta hebat selama bertahun-tahun. Meskipun kita telah melihat beberapa pemain top bermain di semua posisi di liga, lini tengah bisa dibilang tetap menjadi bagian terpenting dari tim sepak bola.

Sepak bola telah berkembang selama bertahun-tahun. Sementara semua manajer sebelum tahun 2010 lebih menyukai formasi 4-4-2, ada banyak perubahan belakangan ini dengan sejumlah formasi yang berbeda seperti 3-5-2, 4-3-3 dan 4-2-3-1. Namun dengan semua formasi, tetap peran gelandang sangat penting.

Formasi ini disesuaikan berdasarkan para pemain yang dimiliki. Dan berikut ini adalah 5 duet gelandang terbaik dalam sejarah Premier League:

XABI ALONSO & STEVEN GERRARD (LIVERPOOL)

Xabi Alonso dan Steven Gerrard terkenal karena penampilan mereka di lini tengah.

Keduanya bermain bersama selama lima tahun di Liverpool, sebelum Xabi Alonso memutuskan hengkang ke Real Madrid. Meskipun harus dikatakan bahwa duet ini tidak pernah memenangkan Premier League bersama, pengaruh yang mereka tinggalkan tidak diragukan lagi.

Kedua pemain ini dikenal karena jangkauan umpan mereka yang sangat baik dan kemampuan untuk menembakkan bola-bola panjang dengan akurasi sempurna.

Duet ini memenangkan Piala FA pada tahun 2006, dalam apa yang dikenang sebagai ‘The Gerrard Final’ di antara para penggemar Liverpool. Namun, pencapaian paling mengesankan mereka bersama adalah kemenangan Liga Champions pada tahun 2005.

Dalam pertandingan yang penuh dengan nostalgia bagi para penggemar Liverpool, baik Gerrard dan Alonso menghasilkan penampilan yang luar biasa untuk menyelesaikan perubahan haluan yang luar biasa bagi tim. Kemenangan itu mengukuhkan status legendaris untuk duet ini.

MICHAEL ESSIEN & FRANK LAMPARD (CHELSEA)

Penggemar Chelsea menganggap diri mereka beruntung telah menyaksikan Michael Essien dan Frank Lampard bermain bersama.

Mereka menjadi duet yang menghabiskan sekitar delapan tahun bersama-sama di jantung lini tengah Chelsea. Frank Lampard didatangkan pada 2001 dari West Ham United, sedangkan Michael Essien bergabung pada 2005 dari Olympique Lyon.

Sementara Lampard bisa dibilang sosok yang lebih berpengaruh, dia dalam performa terbaiknya saat bekerja bersama Essien. Lampard adalah gelandang serba bisa yang lebih fokus pada sisi serangan, sementara Essien sering terlihat melakukan intersepsi dan melindungi lini belakang.

Duet ini memenangkan beberapa penghargaan bersama, termasuk dua gelar Premier League dan empat Piala FA. Prestasi mereka yang paling berkesan bersama adalah kemenangan Liga Champions pada 2012, ketika Chelsea mengalahkan Bayern Munich melalui adu penalti.

FERNANDINHO & KEVIN DE BRUYNE (MANCHESTER CITY)

Manchester City telah mendominasi Premier League sejak mereka memenangkan gelar di musim 2011-2012.

Mematahkan duopoli Manchester United-Chelsea, City kemudian memantapkan diri sebagai salah satu tim terbesar di sepak bola Inggris. Dalam sembilan tahun sejak itu, City telah memenangkan lima gelar EPL.

Sementara banyak penggemar tim rival mengaitkan kesuksesan City dengan posisi keuangan, tidak ada keraguan bahwa mereka memiliki beberapa pemain terbaik dunia di skuat. Banyak yang percaya bahwa metamorfosis City terutama karena kualitas mereka di lini tengah.

Meskipun harus disebutkan bahwa City memiliki sejumlah pemain di lini tengah seperti David Silva, Yaya Toure dan Bernardo Silva, duet yang paling produktif dari semuanya adalah Kevin de Bruyne dan Fernandinho.

De Bruyne direkrut pada tahun 2015 dari Wolfsburg, sementara Fernandinho telah berada di City sejak 2013. Duet ini menunjukkan perpaduan sempurna antara serangan dan pertahanan, yang terbukti dalam cara mereka bermain bersama melawan tim lain.

Advertisement

De Bruyne dianggap sebagai salah satu pesepakbola terbaik di dunia. Fernandinho, meskipun mendekati akhir karirnya, telah menetapkan standar untuk gelandang bertahan di sepak bola modern.

Duet ini telah memenangkan tiga gelar Premier League, termasuk pada 2017-2018 di mana City mencapai 100 poin. Mereka juga telah memenangkan satu Piala FA serta lima Piala EFL dalam enam tahun bersama.

Masih menguasai lini tengah, masih harus dilihat apakah duet ini dapat menambahkan lebih banyak medali kemenangan.

GILBERTO SILVA & PATRICK VIEIRA (ARSENAL)

Gilberto Silva dan Patrick Vieira membentuk kemitraan yang tangguh di lini tengah Arsenal.

Meskipun duet ini bermain bersama hanya tiga tahun, pencapaian mereka bersama benar-benar layak diapresiasi. Duo ini mewujudkan filosofi sepak bola Arsene Wenger yang memungkinkan Arsenal memenangkan beberapa trofi, terutama gelar ‘Invincibles’ pada musim 2003-2004.

Vieira adalah yang lebih berpengalaman dari keduanya, setelah bergabung dari AC Milan pada 1996. Gilberto bergabung pada 2002 dari Brasil.

Kedua pemain ini dikenal dengan tingkat kerja mereka yang luar biasa dan permainan tanpa henti. Sementara kedua pemain biasanya lebih pada sisi defensif, mereka sering membangun serangan balik setelah merebut bola.

Duo lini tengah telah memenangkan beberapa trofi, termasuk dua Piala FA dan satu gelar Premier League. Mereka akan dikenang dengan penacapaian musim 2003-2004, di mana Vieira dan Gilberto merupakan bagian integral dari rekor perebutan gelar Arsenal tanpa kalah satu pertandingan pun.

ROY KEANE & PAUL SCHOLES (MANCHESTER UNITED)

Paul Scholes dan Roy Keane bisa dibilang duet lini tengah terbaik dalam sejarah Manchester United.

Baik Scholes dan Keane melakukan debut di Manchester United pada tahun 1993 dan menghabiskan lebih dari satu dekade bersama. Scholes menghabiskan 20 tahun di Old Trafford sebelum akhirnya pensiun, sementara Keane pindah ke Celtic pada 2005.

Dikenal karena gaya permainan mereka yang keras dan tekel yang tak kenal ampun, duet ini membuat ketakutan semua pemain lawan.

Keane bisa dibilang lebih tangguh dari keduanya, terkenal karena tekelnya yang kuat dan umpannya yang luar biasa. Scholes lebih merupakan ahli umpan, terkenal karena kemampuannya yang luar biasa untuk menemukan rekan satu tim terlepas dari posisi mereka di lapangan.

Duo lini tengah memenangkan jumlah yang luar biasa dari trofi juara. Di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, duet ini memenangkan tujuh gelar Premier League dan tiga Piala FA.

Prestasi mereka yang paling berkesan adalah kemenangan Liga Champions pada tahun 1999, ketika United bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Bayern Munich di final. Meskipun kedua pemain diskors untuk final, mereka berperan dalam membawa United ke partai puncak.

Duo ini akan dpuji sebagai legenda Manchester United dan akan tercatat dalam sejarah sebagai duet lini tengah terbaik di Premier League.

Advertisement
Comments