Secara historis, sepak bola didominasi oleh pemain dari segelintir negara saja. Pemain terbaik dunia biasanya berasal dari beberapa negara tertentu seperti Brasil, Perancis, Argentina, Jerman, Inggris, dan Belanda.

Tapi selalu ada beberapa pemain yang berasal dari negara yang tidak dikenal luas dengan silsilah sepak bola mereka. Baik itu Jari Litmanen dari Finlandia atau George Weah dari Liberia, akan selalu ada beberapa pesepakbola yang menonjol dari negara-negara yang biasanya tidak menghasilkan permata seperti itu, dan berikut ini adalah 5 diantaranya:

5.Milot Rashica (Kosovo/Werder Bremen)

Milot Rashica telah menjadi pemain yang menonjol untuk Werder Bremen selama tiga tahun terakhir. Pemain internasional Kosovo itu menarik perhatian banyak orang dengan penampilannya yang memukau untuk klub Jerman itu sejak kepindahannya dari klub Belanda, Vitesse, pada 2018.

Pada tahun 2019 lalu, Rashica memiliki rasio gol pertandingan terbaik ketiga di Eropa, di belakang Kylian Mbappe dan Lionel Messi. Pemain berusia 24 tahun itu telah mengantongi 18 gol dan 10 assist dalam 63 penampilan Bundesliga untuk Werder Bremen dan hampir meninggalkan klub musim panas lalu.

Cedera telah menghambat Rashica musim ini, dengan hanya membuat 12 penampilan di Bundesliga untuk Bremen. Tapi di usianya yang baru 24 tahun, dia tampaknya ditakdirkan untuk pindah ke klub yang lebih besar dalam waktu dekat.

4.Keylor Navas (Kosta Rika/Paris Saint-Germain)

Penjaga gawang PSG, Keylor Navas, telah mengukir karir yang mengesankan untuk dirinya sendiri. Dia telah menjadi salah satu penjaga gawang paling andal dan juga salah satu penjaga gawang paling sukses dalam sejarah sepak bola.

Navas telah memenangkan satu gelar La Liga, satu gelar Ligue 1, tiga gelar Liga Champions dan sejumlah penghargaan individu yang meliputi Pemain Terbaik CONCACAF dua kali dan Kiper Terbaik Liga Champions musim 2017-18. Dia juga dianggap sebagai penjaga gawang terbaik dalam sejarah CONCACAF.

Pemain Kosta Rika ini tampil fenomenal dalam mencetak gol untuk PSG selama dua musim terakhir, setelah mencatatkan 21 clean sheet dalam 39 penampilan Ligue 1 untuk sang jawara Perancis.

Musim ini saja, Navas berhasil menjaga 10 clean sheet dalam 21 penampilannya di liga, termasuk menyelamatkan satu dari dua penalti yang dihadapinya selama musim ini.

3.Alphonso Davies (Kanada/Bayern Munich)

Alphonso Davies muncul sebagai pemain muda di Bayern Munich setelah transfernya dari MLS pada 2018. Sejak saat itu, pemain Kanada itu membuktikan dirinya sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia.

Masih berusia 20 tahun, Davies telah berkembang semakin kuat di Bayern Munich dan menjadikan peran bek kiri miliknya. Kecepatan luar biasa dan atribut fisik Davies yang dikombinasikan dengan kemampuannya dalam mengolah bola memungkinkan sang bek untuk melakukan peralihan di mana pun ia bermain.

Advertisement

Kanada bisa bermain di kedua sayap, dan juga telah ditempatkan sebagai penyerang sayap pada beberapa kesempatan.

Selama tugas singkatnya di Bayern Munich sejauh ini, Davies telah memenangkan Bundesliga dua kali dan Liga Champions satu kali.

Pemain Kanada itu juga terpilih dalam masuk UEFA Best team 2020 dan FIFPro World XI musim lalu.

2.Henrikh Mkhitaryan (Armenia/AS Roma)

Tidak ada pemain lain dalam daftar ini yang memiliki perbedaan di negara mereka seperti Henrikh Mkhitaryan. Kapten Armenia itu pada dasarnya adalah bangsawan di negara asalnya karena kemampuan sepak bolanya.

Mkhitaryan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Armenia sepuluh kali dalam karirnya. Gelandang ini adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya dan juga dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik CIS dalam karirnya.

Eksploitasi Mkhitaryan untuk Borussia Dortmund juga membuat gelandang itu meraih penghargaan Pemain Terbaik Bundesliga untuk musim 2015-16.

Mkhitaryan kesulitan selama waktunya di Premier League, tetapi gelandang tersebut telah menghidupkan kembali karirnya sejak pindah ke Roma.

Mkhitaryan telah mengantongi sembilan gol dan delapan assist dalam 21 pertandingan Serie A musim ini dan telah menjadi salah satu pemain terpenting AS Roma.

1.Pierre-Emerick Aubameyang (Gabon/Arsenal)

Dalam hal kemampuan mencetak gol murni, Pierre-Emerick Aubameyang adalah salah satu pemain terbaik dalam dekade terakhir. Kapten Gabon itu telah produktif untuk setiap klub yang dia bela selama karirnya.

Kapten Arsenal itu memulai sebagai pemain sayap tetapi segera diubah menjadi striker luar biasa karena kecepatan, posisi dan kemampuan finishingnya. Meskipun Aubameyang hanya memenangkan beberapa piala domestik selama karirnya, striker asal Gabon itu telah mendapatkan banyak penghargaan individu selama bertahun-tahun.

Selama waktunya di Borussia Dortmund, Aubameyang memenangkan Pemain Terbaik Bundesliga dan penghargaan pencetak gol terbanyak, dan juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika.

Sejak bergabung dengan Arsenal, Aubameyang telah memenangkan Golden Boot Premier League satu kali dan masuk dalam PFA Team of the Year untuk musim 2019-20. Striker ini juga masuk dalam Tim Terbaik Satu Dekade versi IFFHS CAF 2011-2020.

Aubameyang adalah pemain yang muncul sekali seumur hidup dan kecil kemungkinan negaranya akan menghasilkan bakat seperti dia lagi.

Advertisement
Comments