Turnamen internasional seperti Euro selalu menjadi panggung yang sempurna bagi talenta yang akan datang untuk membuat tanda di dunia sepak bola.

Contoh ideal dari fenomena ini adalah Piala Dunia 2014, di mana James Rodriguez muncul dengan gol kemenangan melawan Uruguay. Bintang Kolombia itu sangat penting dalam membawa timnya ke babak perempatfinal, yang membuatnya pindah ke Real Madrid.

Jendela transfer musim panas telah berlangsung selama lebih dari sebulan. Terlepas dari beberapa pemain mahal, sebagian besar klub memusatkan perhatian mereka untuk menyelesaikan kesepakatan. Meski begitu, situasi bisa berubah drastis setelah Euro selesai. Turnamen internasional yang bagus selalu berhasil menaikkan harga yang diminta dari pemain yang bersangkutan.

Namun demikian, dalam beberapa kasus, penampilan ini hanya mengkonfirmasi seberapa bagus seorang pemain sepanjang karirnya, dengan menempatkan mereka dalam sorotan. Di sini, ada 5 pesepakbola yang tampil di Euro 2020 dan layak bermain untuk klub besar.

Manuel Locatelli

Mantan lulusan akademi AC Milan itu mengalami musim yang luar biasa bersama Sassuolo musim lalu. Namun, dia benar-benar menaikkan harga saat tampil memukau melawan Swiss, mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan.

Fakta bahwa Roberto Mancini lebih memilih Marco Verratti, Jorginho dan Nicolo Barella sebagai andalan di lini tengahnya adalah bukti kemampuan para gelandang dan bukan pertanyaan tentang bakat Locatelli. Terlepas dari itu, empat penampilannya di Euro 2020 cukup menarik minat banyak klub. Pemain 23 tahun itu masuk dalam daftar belanja Arsenal dan Juventus.

Menurut Calciomercato, The Gunners telah mengajukan tawaran 40 juta euro dengan harapan bisa mengontrak Locatelli. Namun, mereka akan menghadapi persaingan ketat dari Bianconeri yang masih menjadi yang terdepan dalam mengamankan tanda tangannya.

Alexander Isak

Baru-baru ini menandatangani perpanjangan kontrak 5 tahun dengan Real Sociedad, Isak masih diburu banyak klub. Banyak yang akan mempertanyakan keputusan pemain asal Swedia itu untuk mengikat masa depannya di Anoeta, karena dia tidak kekurangan peminat yang lebih menguntungkan. Performa melawan Spanyol menuai banyak pujian untuk striker berusia 21 tahun itu.

Isak berperan penting dalam kesuksesan timnya di Euro 2020. Meskipun gagal mencetak gol di Euro, dua assistnya, ditambah dengan kecepatannya yang luar biasa, membawa Swedia ke posisi pertama di Grup E.

Isak mengalami masa-masa yang mengecewakan di Dortmund, hanya membuat lima penampilan untuk tim senior Die Borussen tanpa ada gol. Hal ini menyebabkan banyak orang menulis dia skeptic pada usia yang sangat muda. Namun demikian, penyerang eksentrik ini telah bangkit dengan mencetak 17 gol dalam 34 penampilan liga untuk klub Basque. Menurut AS

Advertisement
, anak muda itu kini menjadi incaran raksasa Inggris seperti Arsenal, Liverpool dan Chelsea.

Klausul rilis 70 juta euro mungkin menjadi penghalang, tetapi itu masih bisa dinegosiasikan.

Leonardo Spinazzola

Pemain kedua Azzurri dalam daftar, Spinazzola selalu diremehkan sepanjang karirnya. Setelah menghabiskan 6 dari 7 tahun kontraknya dengan Juventus dengan status pinjaman dengan 7 klub berbeda, Spinazzola akhirnya meninggalkan Nyonya Tua untuk bergabung dengan AS Roma pada 2019 dengan biaya 29,5 juta euro. Bek sayap kelahiran Foligno ini sempat mengalami masa-masa sulit karena cedera, namun dia akhirnya menunjukkan kualitas yang sebenarnya di Euro 2020. Ironisnya, cedera pada Achilles membuat Spinazzola harus keluar dari turnamen sebelum waktunya.

Perawakannya yang atletis dan kemampuannya untuk mengalahkan pemain yang sedang berlari membuatnya menjadi ancaman ofensif bagi tim lawan. Spinazzola menciptakan kombinasi brilian dengan Lorenzo Insigne di sayap kiri untuk empat pertandingan yang mereka mainkan bersama di Euro 2020. Jika rumor terbukti, dia adalah incaran Real Madrid dan juga Chelsea.

Joakim Maehle

Denmark mengalami banyak momentum di Euro 2020. Mereka memulai turnamen mereka dengan dua kekalahan beruntun, yang termasuk insiden tragis dalam pertandingan pembuka melawan Finlandia. Christian Eriksen kolaps setelah mengalami serangan jantung di tengah pertandingan. Tetapi Denmark bangkit melawan segala rintangan dan lolos ke babak gugur, kalah dari Inggris di semifinal dalam keadaan kontroversial di Euro 2020.

Salah satu pemain kunci di balik kebangkitan mereka adalah Joakim Maehle. Terutama tampil di sisi kiri untuk negaranya, Maehle membantu Denmark melaju ke semifinal.

Enam bulan pertamanya untuk Atalanta mungkin tidak begitu bagus tetapi Euro 2020 memastikan bahwa tim Italia itu akan menerima banyak tawaran. Kabarnya, Southampton dan Chelsea menginginkan jasa Maehle.

Robin Gosens

Bek sayap ketiga dalam daftar yang memiliki ikatan dengan Atalanta, Gosens bermain di divisi 2 Belanda dalam Piala Dunia 2014. Bekerja keras, dia pindah ke Italia pada 2017 di mana dia memberikan penampilan yang tenang namun luar biasa secara konsisten. Karena itu, dia mendapat panggilan dari Die Mannschaft untuk Euro 2020.

Gosens sangat mengesankan melawan Portugal. Dia mmapu mengancam pertahanan Portugal, mencetak satu gol dan menciptakan dua lagi dalam permainan. Meskipun Jerman lolos dari Grup F dan tersingkir di babak 16 besar, bek berusia 27 tahun itu membuktikan kemampuannya. Situasi itu pun menjadi pantauan Barcelona.

Advertisement
Comments