Bolazola.com – Masih ada beberapa stigma yang melekat pada kepindahan ke Liga Super China oleh seorang pemain sepakbola papan atas yang telah sukses bertugas di Eropa. Dia sering dicap sebagai tentara bayaran yang menyerah pada perkembangan karir untuk memilih jalan termudah untuk mendapatkan banyak uang.

Seringkali, langkah tersebut menandakan menyerah pada impian di Eropa dan memilih stabilitas. Namun siapa sangka ternyata liga di Asia tersebut justru bisa merestorasi karir pesepakbola, dan berikut adalah tiga diantaranya:

3.Odion Ighalo

Odion Ighalo adalah sosok luar biasa ketika dia bergabung dengan Manchester United dengan status pinjaman dari Shanghai Greenland Shenhua dan mencetak gol dalam tiga penampilan pertamanya. Begitu impresifnya dia untuk Setan Merah sebagai striker pendukung sehingga masa pinjamannya diperpanjang oleh klub Inggris itu.

Namun, periode terakhir striker Nigeria itu di Inggris berakhir dengan buruk setelah musim pertama yang hebat di Watford. Namun, ia menghidupkan kembali karirnya di Liga Super China sebelum pindah ke Shanghai di mana performa baiknya berlanjut.

2.Papiss Demba Cisse

Papiss Demba Cisse membuat awal mengesankan untuk Newcastle United ketika dia hampir mencetak gol dalam 14 pertandingan pertamanya, termasuk mencetak salah satu gol terbaik di EPL melawan Chelsea. Namun, pemain asal Senegal iru menjadi lebih tidak konsisten seiring berjalannya waktu. Dia menghabiskan empat musim lagi di klub, tetapi golnya mengering.

Advertisement

Setelah Newcastle terdegradasi pada 2016, Cisse pindah ke China untuk bergabung dengan Shandong Luneng di mana dia bermitra dengan striker lain dari Eropa, Graziano Pelle. Cisse kembali menemukan sentuhannya di China, mencetak banyak gol dan kembali ke Eropa bersama klub Turki Alanyaspor.

1.Paulinho

Paulinho adalah nama besar yang gagal di Tottenham Hotspur setelah klub Inggris itu mendatangkan gelandang tersebut dengan banyak harapan menyusul kesuksesannya bersama tim Brasil dan Corinthians.

Kegagalannya di Inggris menyebabkan dia pindah ke Guangzhou Evergrande di mana pemain itu menemukan kehidupan dan bentuk baru. Dorongan kreatifnya kembali ke China, dan ia membuat perubahan luar biasa dalam karirnya dengan memastikan kepindahannya ke Barcelona.

Paulinho adalah pemain kunci untuk Barcelona, ​​mencetak sembilan gol dan membantu klub memenangkan gelar ganda domestik sebelum Guangzhou merebut kembali aset mereka. Pemain berusia 32 tahun itu juga mendapatkan kembali tempatnya di tim Brasil dan terlihat sangat mapan di China.

Advertisement
Comments