Ballon d’Or adalah penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola. Setiap pesepakbola dari setiap benua bermimpi mengantongi trofi itu, dan pesepakbola Amerika Selatan tidak terkecuali.

Pemain asal Amerika Selatan cenderung memiliki bakat alami dalam sepak bola, mereka sepertinya selalu menemukan cara untuk membuat permainan menghibur. Melalui gol, tekel dan bahkan selebrasi, orang Amerika Latin tahu cara menarik perhatian penonton dan membuat sesuatu yang luar biasa.

Dan berikut ini adalah 3 pesepakbola Amerika Selatan yang berpeluang memenangkan Ballon d’Or di masa depan:

Casemiro

Gelandang tengah bertahan Real Madrid, Casemiro, adalah salah satu pemain underrated. Dia adalah pahlawan tanpa tanda jasa dari tiga trofi Liga Champions UEFA untuk Real Madrid, menjadi man-of-the-match dalam perjalanan menuju kejayaan.

Pemain Brasil ini tidak begitu sukses bersama tim nasional, tetapi dia masih menjadi salah satu andalan.

Casemiro bisa dibilang sebagai satu-satunya pemain di Real Madrid yang bisa membuat permainan lebih stabil. Dia bisa turun sebagai bek tengah saat bertahan dan bahkan melindungi bek sayap saat terkena serangan balik.

Ballon d’Or tidak terlalu bagus untuk pemain bertahan, yang berarti dia mungkin akan diabaikan seperti para pendahulunya.

Vinicius Junior

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sangat ingin mendapatkan Neymar saat kembali memimpin klub. Namun, langkah itu gagal terwujud dan pemain Brasil itu pergi ke Barcelona sebagai gantinya. Untuk mencari ‘Neymar baru’, Perez menginstruksikan pencari bakatnya untuk mendapatkan talenta muda terbaik dari Brasil.

Advertisement

Ditandatangani pada tahun 2018, Vinicius Junior adalah pemain muda pertama yang berhasil melewati rintangan awal dan menjadi andalan Real Madrid. Dia adalah pemain sayap kiri alami, memiliki banyak trik dan dapat menentukan sendiri hasil pertandingan.

Finishing adalah kelemahannya sejauh ini, tetapi pemain Brasil itu tampaknya telah berkembang pesat di era Carlo Ancelotti.

Neymar

Ketika Barcelona membawa Neymar menjelang musim 2013-2014, pemain Brasil itu adalah bakat mentah yang memiliki potensi. Lambat laun, Barcelona berhasil mengubahnya menjadi pemain kelas dunia, yang bisa mempengaruhi pertandingan seorang diri. Penampilan luar biasa Neymar membawanya ke podium Ballon d’Or pada 2015, di mana dia finish ketiga di belakang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Neymar akhirnya keluar dari Barcelona untuk menjadi andalan Paris Saint-Germain yang tak terbantahkan. Dia memang membantu mereka meraih tiga gelar Ligue 1 tetapi Liga Champions UEFA masih sulit diraih.

Advertisement
Comments