Belakangan sosial media tengah semarak dengan sebuah ‘tantangan’ berantai yang disebut #10YearChallenge, dimana orang-orang mengunggah foto mereka sepuluh tahun silam dan saat ini untuk membandingkan perubahan yang ada. Untuk turut ‘merayakan’ hal tersebut, Bolazola coba mengumpulkan line-up kesebelasan inti 10 klub top Eropa tahun 2009 silam dan coba melakukan komparasi dengan komposisi mereka saat ini. Sudah siap untuk bernostalgia? Yuk, mari sama-sama kita simak di bawah ini!

10. Manchester United

Starting XI 2009 : Van Der Sar, John O’Shea, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Patric Evra, Ryan Giggs, Michael Carrick, Anderson Silva, Wayne Rooney, Dimitar Berbatov, Cristiano Ronaldo.

Starting XI 2019 : David De Gea, Ashley Young, Victor Lindelof, Phil Jones, Luke Shaw, Nemanja Matic, Ander Herrera, Paul Pogba, Jesse Lingard, Anthony Martial, Marcus Rashford

Komposisi tim perdana di daftar ini diambil pada pertandingan perempat final Liga Champion 2009 antara United kontra FC Porto. Dalam perbandingan terlihat bahwa barisan belakang Setan Merah bisa dibilang mengalami kemunduran dari satu dekade silam kala mereka dihuni para palang pintu tangguh yang sukar ditembus. Namun untuk urusan lini tengah, United saat ini cukup solid dengan adanya Pogba serta Matic. Satu nilai plus lagi adalah adanya dua punggawa belia jebolan akademi, Marcus Rashford dan Jesse Lingard, yang mampu membawa era baru kejayaan bagi United di masa mendatang.

9. Juventus

Starting XI 2009 : Gianluigi Buffon, Zdenek Grygera, Olof Mellberg, Giorgio Chiellini, Cristian Molinaro, Tiago, Claudio Marchisio, Pavel Nedved, Vincenzo Iaquinta, Alessandro Del Piero, David Trezeguet

Starting XI 2019 : Wojciech Szczesny, Joao Cancelo, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Sandro, Rodrigo Bentacur, Miralem Pjanic, Blaise Matuidi, Douglas Costa, Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo

Diambil dari babak 16 besar Liga Champion satu dekade silam (karena Juventus akhirnya kandas di tangah Chelsea pada perempat final kala itu), bisa dilihat bahwa ada komposisi menarik di skuad Si Nyonya Tua. Pemain legendaris seperti Buffon, Del Piero, Trezeguet bersanding dengan nama-nama ‘semenjana’ seperti Iaquinta, Olof Mellberg dan Molinaro. Giorgio Chiellini resmi mentahbiskan diri sebagai salah satu pemain terbaik Bianconeri sepanjang masa yang masih aktif bermain (satu-satunya!) dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

8. Chelsea

Starting XI 2009 : Petr Cech, Jose Bosingwa, John Terry, Alex, Ashley Cole, John Obi Mikel, Michael Ballack, Michael Essien, Frank Lampard, Didier Drogba, Nicolas Anelka

Starting XI 2019 : Kepa Arrizabalaga, Cesar Azpilicueta, Anthony Rudiger, David Luis, Marcos Alonso, N’golo Kante, Jorginho, Mateo Kovacic, Pedro, Eden Hazard, Willian

Skuad The Blues yang berhasil menyingkirkan Juventus dari kancah Liga Champion sepuluh tahun silam benar-benar terlihat mengagumkan, terutama di lini serang yang dihuni dua nama legendaris. Bandingkan dengan skuad Chelsea saat ini yang harus memanfaatkan dua winger sebagai ujung tombak. Lini tengah pun bisa dikatakan cukup impresif dengan duo Michael sebagai dinamo (tiga jika menghitung ‘Mikel’). Namun Chelsea saat ini bisa disebut unggul di lini belakang, dengan adanya tiga nama punggawa Spanyol kelas dunia yang menggalang pertahanan.

7. Bayern Munchen

Starting XI 2009 : Hans-Jorge Butt, Lell, Lucio, Martin Demichelis, Phillip Lahm, Sosa, Van Bommel, Manuel Ottl, Ze Roberto, Franck Ribery, Luca Toni

Starting XI 2019 : Manuel Neuer, David Alaba, Niklas Sule, Matt Hummels, Joshua Kimmich, Javi Martinez, Leon Goretzka, Kingsley Coman, Thiago Alcantara, Thomas Muller, Robert Lewandowski

Bayern mengalami peningkatan pesat dibanding skuad mereka satu dekade silam (Lell? Sosa? Ottl? Butt??). Saat ini, Die Roten memiliki punggawa berkualitas prima dari dua generasi berbeda di setiap lininya; ditambah lagi kedatangan pemain anyar seperti Benjamin Pavard. Di lini depan, Robert Lewandowski merupakan striker yang memiliki kemampuan lebih lengkap dibanding Luca Toni yang kala itu telah berstatus sebagai pemain veteran.

6. Manchester City

Starting XI 2009 : Shay Given, Micah Richards, Nedum Onuoha, Richard Dunne, Wayne Bridge, Paulo Zabaleta, Vincent Kompany, Stephen Ireland, Elano, Robinho, Caicedo

Starting XI 2010 :Ederson, Kyle Walker, John Stones, Aymeric Laporte, Danilo, Bernardo Silva, Fernandinho, David Silva, Raheem Sterlimng, Gabriel Jesus, Leroy Sane

Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi di dunia sepakbola, mampu membawa kesuksesan signifikan. Tengok saja line-up dari Manchester City yang seakan berasal dari dua alam yang berbeda. Di tahun 2009, masih ada nama-nama pemain asal Irlandia di tim inti Citizens, namun di 2019, tiap nama dari kesebelasan tersebut bisa dengan mudah menghuni tim inti Barcelona atau Real Madrid. Komposisi satu dekade silam diambil kala City terhempas dari ajang UEFA Cup dari Hamburg dengan agregat 4-3 kendati memenangkan leg pertama dengan skor 2-1. Jangan coba bandingkan dengan permainan mereka di bawah besutan Pep Guardiola saat ini. Pokoknya jangan

Advertisement

5. Barcelona

Starting XI 2009 : Victor Valdes, Dani Alves, Rafael Marquez, Gerard Pique, Carles Puyol, Xavi Hernandez, Yaya Toure, Andres Iniesta, Lionel Messi, Samuel Eto’o, Thierry Henry

Starting XI 2019 : Marc Andre Ter-Stegen, Sergi Roberto, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba, Ivan Rakitic, Sergio Busquets, Arthur de Mello, Lio Messi, Luis Suarez, Phillipe Coutinho

Pada tahun 2009, Barcelona sedang berada di awal era kejayaan ‘tiki taka’ dan La Masia besutan Guardiola. Tim yang terpapar di atas merupakan 11 nama yang mampu menjungkalkan Bayern Munchen dengan skor 4-0 serta akhirnya meraih gelar Liga Champion musim tersebut. Kini, hanya tersisa Pique dan Messi sebagai ‘senior’ dari satu dekade silam, kendati Busquets masuk menggantikan Toure di menit-menit akhir kala itu.

4. Liverpool

Starting XI 2009 : Pepe Reina, Alvaro Arbeloa, Martin Skrtel, Jamie Carragher, Fabio Aurelio, Xabi Alonso, Javier Mascherano, Steven Gerrard, Ryan Babel, Dirk Kuyt, Fernando Torres

Starting XI 2019 : Alisson Becker, Trent Alexander-Arnold, Fabinho, Virgil Van Dijk, Andrew Robertson, Giorginio Wijnaldum, Jordan Henderson, Xherdan Shaqiri, Roberto Firmino, Sadio Mane, Mohammed Salah

Line-up sepuluh tahun silam diambil di leg kedua 16 besar Liga Champion kontra Real Madrid dimana Liverpool mampu meraih kemenangan telak 4-0 di Anfield. Steven Gerrard mencetak sepasang gol kala itu, namun para kopites akan lebih mengingat penampilan gentas Fernando Torres yang baru kembali dari cedera untuk menghajar habis mantan tim rival abadinya kala berseragam Atletico Madrid.

Saat ini, skuad Liverpool bisa dikatakan lebih stabil di semua lini, terlebih dengan kehadiran para punggawa kelas dunia dalam diri Alisson Becker dan Virgil Van Dijk. Jangan lupakan juga ‘trisula maut’ lini depan yang saat ini disebut sebagai salah satu komposisi penyerangan terbaik se Eropa Raya.

3. Real Madrid

Starting XI 2009 : Iker Casillas, Sergio Ramos, Fabio Cannavaro, Pepe, Gabriel Heinze, Arjen Robben, Lassana Diarra, Fernando Gago, Wesley Sneijder, Raul Gonzales, Gonzalo ‘Pipita’ Higuain

Starting XI 2010 : Thibault Courtouis, Raphael Varane, Sergio Ramos, Nacho, Dani Carvajal, Casemiro, Federico Valverde, Sergio Reguilon, Luka Modric, Karim Benzema, Vinicius Junior

Jika anda bertanya-tanya ‘seperti apakah skuad Madrid yang dihancurkan Liverpool dengan skor memalukan 4-0 itu?’, well, inilah jawabannya. Tidak buruk bukan? Bahkan sebagian besar bisa disebut sebagai legenda klub ibukota Spanyol tersebut. Skuad Madrid saat ini, kendati belum bisa disebut stabil sepeninggal Cristiano Ronaldo, namun patut diapresiasi karena sudah mulai berani memasukkan para punggawa jebolan akademinya, seperti Reguilon, Valverde, Nacho dan Carvajal. Sekarang tinggal bagaimana memaksimalkan potensi para punggawa belia tersebut agar bisa meraih kesuksesan sebagaimana yang (pernah) dilakukan sang rival, Barcelona.

2. Arsenal

Starting XI 2009 : Lukas Fabianski, Emmanuel Eboue, Kolo Abib Toure, Mikael Silvestre, Kieran Gibbs, Theo Walcott, Alexandre Song, Cesc Fabregas, Samir Nasri, Emmanuel Adebayor, Robin Van Persie

Starting XI 2019 : Bernd Leno, Shkrodan Mustafi, Sokratis Papasthopoulos, Laurent Koscielny, Ainsley Maitland-Niles, Mateo Guendouzi, Granit Xhaka, Sead Kolasinac, Pierre Emerick-Aubameyang. Alexandrre Lacazette, Alex Iwobi

Ah, 2009..Masa-masa indah bagi para pendukung The Gunners. Masih ingatkah kala Arsenal menjadi langganan tetap Liga Champion (meski sayangnya sering terhempas di babak 16 besar). Saat itu, di bawah rezim Wenger, Arsenal merupakan salah satu tim teratas Liga Primer Inggris yang berani beradu head to head dengan Real Madrid, Barcelona dan Manchester United di level teratas. Saat ini, keadaan sedikit..berbeda, dan diharapkan ‘tuah’ Unai Emery mampu membawa tim asal London tersebut terbang lebih tinggi dan mempersembahkan gelar yang telah lama diidam-idamkan oleh para suporternya.

1.Tottenham Hotspur

Starting XI 2009 : Heurelho Gomes, Chris Gunter, Pascal Chimbonda, Tom Huddlestone, Gilberto, Giovani Dos Santos, Wilson Palacios, Jamie O’hara, Gareth Bale, Frazier Campbell, Jonathan Obika

Starting XI 2019 : Hugo Lloris, Kieran Trippier, Toby Aldeweireld, Jan Vertonghen, Kevin Davies, Harry Winks, Moussa Sissoko, Christian Eriksen, Dele Alli, Harry Kane, Son Heung-Min

Jujur, sangat sulit untuk menemukan foto Tottenham di Liga Champion sepuluh tahun silam, dan bila dilihat dari komposisinya, sangat wajar bila demikian. Tottenham lebih sering dianggap sebagai bagian dari ‘7 besar’ Liga Inggris namun bukan penantang juara seperti saat ini. Revolusi Mauricio Pocchetino berhasil mengubah The Lillies menjadi tim yang komplit dan bermaterikan pemain-pemain muda berbakat dipadu dengan nama-nama asing kelas dunia. Bahkan seorang Harry Winks kini lebih mudah diingat ketimbang O’Hara, Gunter dan Obika bukan? Setidaknya mereka saat itu telah memiliki seorang calon megabintang dalam diri Hurelho Gom..maksud kami Gareth Bale

Advertisement
Comments