EPL

Wilfried Zaha Yang Akhirnya ‘Mekar Dengan Indah’

‘Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali’; agaknya pepatah ini tepat untuk menggambarkan karir seorang Wilfried Zaha. Digadang-gadang sebagai wonderkid Britania, nyatanya ia harus menunggu selama bertahun-tahun sampai bisa memenuhi potensinya secara maksimal saat ini di Crystal Palace.

Setelah bermain lebih dari 100 pertandingan bersama Palace di Championship (Divisi Dua), Zaha kemudian dipinang Manchester United pada tahun 2013 silam dengan banderol 10 juta Pounds. Sayangnya, alih-alih mengembangkan talenta dan menjadi andalan, Zaha masuk di saat krisis identitas melanda United akibat pensiunnya Sir Alex Ferguson. Selama dua musim, Zaha hanya diturunkan sebanyak empat kali dan dipinjamkan kembali ke klub masa kecilnya, Crystal Palace, yang kemudian mempermanenkannya di musim 2014 / 2015.

Di era keduanya bersama Palace, Zaha menjelma menjadi sosok tak tergantikan di lini penyerangan, dan kerap dianggap terlalu bagus untuk tim semenjana seperti Palace. Namun ia tetap setia dan namanya pun mulai mencuat lagi di akhir paruh pertama musim ini. Palace, yang kalah delapan kali dari sembilan laga awal musim, di penghujung tahun ini mampu lepas dari zona degradasi berkat tujuh laga tak terkalahkan, dan Zaha menjadi figur penting dalam hasil positif tersebut. Ia memberikan assist pada gol penentu kemenangan saat Palace menekuk Watford 2-1 pekan silam, dan mencetak gol kedua ke gawang Leicester untuk hasil akhir 3-1.

Kini, rumor pun mulai beredar bahwa sejumlah klub besar ingin mendapatkan jasa Zaha di bulan Januari mendatang, dan di usia 25 tahun, pilihan kini ada di tangan sang pemain sendiri. Akankah ia mengambil resiko untuk jadi penghangat bangku cadangan di tim elit Eropa, atau terus bertahan di Palace dan memimpin penyerangan The Eagles di setiap laga?

 

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top