BERITA BOLA

Uji Nyali Strategi : 10 Tim Yang Mesti Kamu Jajal Di Football Manager 2018

Bagi penggemar game komputer dan sepakbola, tentunya sudah tak asing dengan seri permainan Football Manager. Memenangkan trofi dengan memakai tim-tim besar seperti Manchester United, Barcelona, atau Juventus tentu bukan merupakan hal sulit di game tersebut. Jika kamu membutuhkan tantangan yang sesungguhnya, berikut kami rangkumkan sepuluh tim yang harus kamu coba latih di Football Manager 2018; karena sesungguhnya, memenangkan Liga Champion dengan Blackburn Rovers tentu lebih membanggakan ketimbang meraih treble dengan Real Madrid. Ayo, taklukkan dunia dengan tim semenjana!

10. Benevento (Serie A )

Di akhir musim lalu, tim ‘penyihir’ Benevento (cek logo mereka yang keren!) berhasil naik ke papan atas Liga Italia untuk pertama kalinya sepanjang keberadaan mereka setelah mengalahkan Capri di babak play-off Serie A. Kini, tim dari kota yang hanya berpenduduk 60,000 jiwa itu tengah bersiap untuk mengarungi kerasnya liga yang dihuni sejumlah tim top Eropa tersebut. Dengan rata-rata 8000 penonton yang hadir di stadiun setiap kali laga kandang, keadaan finansial Benevento bisa dibilang berada di bawah garis wajar. Sejumlah bintang mereka, seperti Amato Ciciretti serta dua pemain inti pinjaman George Puscas dan Raman Chisbah sudah meninggalkan klub tersebut. Bisa dikatakan, Benevento adalah salah satu tantangan terbesar yang akan kamu tangani di Football Manager 2018. Semoga berhasil!

9. Aberdeen (SPFL / Skotlandia)

Sesungguhnya Aberdeen adalah sebuah tim dengan sejarah panjang yang pernah ditangani sang legenda Alex Ferguson sebelum era dinastinya di Manchester United. Namun seperti yang kita ketahui, tim terbaik Skotlandia saat ini adalah Glasgow Celtic dan Rangers. Kendati demikian, Rangers masih membangun kembali tim setelah terdegradasi karena nyaris bangkrut, sehingga, Aberdeen bisa mencuat sebagai katalis untuk mendobrak hegemoni Celtic musim depan. Dengan budget transfer di kisaran 200k pounds saja, tentu sulit untuk memperoleh jasa pemain bintang ke Aberdeen musim depan, namun dengan kemampuan manajerial serta kejelian memanfaatkan pemain muda di bursa transfer dan tim U21, maka titel juara Liga Skotlandia niscaya tidak mustahil untuk digapai.

 

8. Hertha BSC (Bundesliga / Jerman)

Agak konyol memang melihat fakta bahwa kota sebesar Berlin nyatanya tidak banyak menelurkan bakat-bakat sepakbola Jerman untuk Eropa, namun salah satu tim Berlin, Hertha BSC, menyimpan segudang harapan cerah. Musim lalu, mereka mampu finish di posisi ke enam klasemen, dan meskipun masih akan sulit untuk menjungkalkan Bayern Munchen dari perburuan gelar juara, tapi Hertha memiliki materi yang cukup mumpuni untuk berada di papan atas Bundesliga dan bermain di Liga Champion. Untuk itu, pemain-pemain kunci seperti Niklas Stark, Karim Rekik, dan Salomon Kalou harus dipertahankan.

 

7. Blackburn Rovers (League 1 (Divisi 3) / Inggris)

Di tahun 2010, perusahaan ternak unggas asal India, Venky’s, mengambil alih mayoritas saham Blackburn Rovers dan langsung menorehkan ‘prestasi’ pertama yakni kerugian finansial yang mencapai angka 20 juta pounds. Dua musim setelahnya, Blackburn dibawa ‘menyelam’ ke kasta kedua dan musim depan harus menelan kenyataan pahit memulai musim di divisi 3 liga Inggris. Sebagai klub pemenang Liga Inggris pertama yang terdegradasi sepanjang sejarah, merestorasi Blackburn tentu tak semudah membalikkan telapak tangan, terlebih jika AI (kecerdesan artifisial) pihak direksi klub tersebut di game Football Manager menyerupai kenyataan. Namun, rasanya jerih payahmu akan terbayar lunas kala melihat Blackburn mampu kembali berlaga di Liga Champion.

 

6. AC Milan (Serie A / Italia)

Saat pertama kali diumumkan, banyak fans Milan yang tak bisa menerima kenyataan bahwa klub kesayangan mereka dibeli sebuah konsorium China, namun sekarang, orang-orang yang sama itu pun mungkin akan menarik kembali umpatan mereka. AC Milan adalah klub paling agresif di bursa transfer saat ini, dan sudah mendatangkan 6 pemain berkelas dunia. Milan belum pernah merasakan lagi gelar scudetto sejak tahun 2011 silam dan kerap terseok bahkan untuk mampu finish di papan atas, dengan materi pemain seadanya pula. Tapi musim depan? Mereka punya segudang talenta anyar di semua lini, mulai dari Ricardo Rodriguez di pertahanan sayap kiri, si serba bisa Fabio Borini di lini depan, hingga raja tendangan bebas Eropa, Hakan Calhanoglu, belum lagi jika sang wonderkid, Gigi Donnarumma membatalkan keinginannya untuk pindah. AC Milan telah menjelma tim yang paling menggairahkan untuk ditangani pelatih manapun musim depan.

 

5. Athletic Bilbao (La Liga / Spanyol)

Bermain sebagai Athletic Bilbao sesungguhnya adalah tantangan klasik bagi pemain game Football Manager. Kebijakan unik klub tersebut, yang hanya bisa mendatangkan pemain berdarah Basque membuat Bilbao memiliki tingkat kesulitan tersendiri untuk ditangani, terlebih mereka berlaga di ajang La Liga yang dikenal sebagai salah satu Liga terbaik Eropa. Namun hebatnya, meskipun kekeh mempertahankan ‘budaya’ mereka, Bilbao tercatat sebagai klub tersukses ke 4 sepanjang sejarah Liga negeri Matador yang telah mengoleksi 8 gelar juara La Liga dan 23 gelar Piala domestik.  Secara materi pun mereka (masih) memiliki sejumlah aset muda kelas dunia, seperti Inaki Williams, Iker Muniain dan bek Prancis Aymeric Laporte. Jika mampu mempertahankan para nama di atas, bukan tidak mungkin kamu bisa mengubah Bilbao menjadi ‘kuda hitam’ baru Liga Spanyol.

 

4. Parma (Serie B / Italia)

Dua tahun setelah bangkrut, klub legendaris Parma terhempas dan harus memulai awal yang baru dari divisi 4 Italia. Musim lalu, mereka membuktikan determinasi serta kelas dengan mampu beranjak ke Serie B. Kendati belum pernah meraih gelar Serie A, namun Parma pernah menjadi tim yang ditakuti di Eropa, bahkan sampai bisa memenangkan trofi Piala UEFA dua kali di tahun 1995 dan 1999. Mereka pun dikenal getol memproduksi sejumlah pemain kelas dunia, mulai dari Fabio Cannavaro, Hernan Crespo, Gianfranco Zola hingga sang ‘Superman’ Gianluigi Buffon. Bukanlah hal yang mudah untuk mengangkat Parma ke kasta tertinggi Liga Italia musim depan, namun klub tersebut masih mempertahankan infrastruktur mereka, dan hanya butuh tangan dingin yang tepat untuk memimpin klub kembali ke jalur kejayaan.

 

3. Hamburg SV (Bundesliga / Jerman)

Dijuluki ‘Newcastle United’ nya Liga Jerman, di atas kertas, Hamburg SV sama sekali bukanlah tim kacangan. Namun pada kenyataannya, di beberapa musim terakhir, klub tersebut justru lebih banyak berkutat di papan bawah dan sibuk menyelamatkan diri dari jurang degradasi. HSV pernah menjadi kekuatan utama Liga Jerman di era 80 an dimana mereka meraih dua gelar Bundesliga dan satu Piala Europa, namun sejak itu, lemari trofi mereka tidak pernah lagi kedatangan trofi baru hingga saat ini. Terakhir kali Hamburg bercokol di papan atas adalah kala mereka mampu finish di posisi kelima di musim 2008/2009 lalu. Sebenarnya permasalahan utama mereka bukanlah pada keadaan finansial maupun kedalaman skuad, melainkan managemen yang buruk. Jika hal itu dapat dieliminasi, maka HSV bisa menjadi penghuni tetap papan atas Bundesliga yang melaju dalam perburuan gelar juara bersama Bayern Munchen ataupun Borussia Dortmund. Apakah kamu sosok yang tepat untuk menghantar mereka ke puncak kesuksesan?

 

2. AS Saint-Etienne (Ligue 1 / Prancis)

Ada era dimana ‘tim hebat Prancis’ identik dengan nama AS Saint-Etienne. Mereka sesungguhnya telah mengoleksi 10 gelar domestik sejak pertama kali didirikan, dan pernah nyaris merajai Eropa dengan menjadi runner-up Piala Europa tahun 1975. Saat ini, sebagai tim papan tengah, skuad Saint-Etienne dikenal cukup solid, namun tidak memiliki  talenta sebanyak Marseille, misalnya. Mengelola klub berarti memaksimalkan strategi dan komposisi pemain yang tepat untuk memenangkan laga demi laga. Namun sejatinya AS Saint-Etienne adalah sebuah klub bersejarah, dan merupakan kehormatan bagi pelatih manapun yang mampu membawa mereka untuk kembali merasakan atmosfir kemenangan dan mengangkat piala-piala bergengsi baik di Prancis, Eropa bahkan dunia.

 

1. Leeds United (Championship (Divisi 2) / Inggris)

Berbicara tentang kejatuhan klub yang memiliki sejarah panjang, tak ada yang lebih tragis daripada Leeds United (dan Parma tentunya). Di era 90 an akhir dan awal millennium, Leeds adalah salah satu kekuatan terbaik Liga Inggris yang tingkatannya berada selevel dengan Manchester United dan Arsenal. Para penggila bola tentunya mengenal nama Harry Kewell, Jonathan Woodgate, Mark Viduka, hingga Rio Ferdinand dan Paul Robinson yang angkat nama kala membela klub berkostum putih tersebut. Namun kesalahan manajemen yang berujung kebangkrutan mengkandaskan klub yang bermarkas di Elland Road tersebut di tahun 2003. Leeds akan memulai musim depan dari divisi Championship setelah gagal playoff musim lalu, namun dengan materi yang cukup mumpuni seperti Chris Wood, Luke Ayling, dan pemain anyar Vurnon Anita, bukan mustahil jika The Whites dapat segera kembali ke fitrahnya sebagai salah satu tim terbaik Liga Primer dalam waktu dekat. Apakah kamu siap membantu mereka?

 

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top