BERITA BOLA

UEFA Buka Investigas Atas Aktivitas Transfer PSG

UEFA telah mengumumkan sebuah penyelidikan resmi mengenai pengeluaran pada jendela trasnfer musim panas ini atas Paris Saint-Germain. Hal ini dilakukan untuk memenuhi peraturan Financial Fair Play (FFP) yang mengharuskan klub untuk tidak mengeluarkan dana secara tak beraturan.

Keputusan untuk penyelidikan tersebut dilakukan saat ini, daripada untuk menunggu tampilan retrospektif normal pada tahun-tahun keuangan klub yang dimulai pada bulan Maret, menyusul kekhawatiran yang meluas dari Barcelona, Real Madrid dan presiden liga Spanyol,Javier Tebas, bahwa PSG telah melanggar peraturan tersebut.

Penandatanganan penyerang asal Brasil, Neymar dengan biaya sebesar 198 juta euro dari Barcelona pada bulan lalu sejauh ini merupakan pembelian paling mahal bagi pemain sepakbola manapun, dan PSG mengikuti pda minggu ini dengan pembelian dengan biaya sebesar 167 juta euro yang rumit untuk mendatangkan pemain berusia 18 tahun, Kylian Mbappe dari Monaco.

Dalam sebuah pernyataan, badan sepakbola Eropa tersbeut megnatakan: “Badan Investisai Pengawas Keuangan Klub UEFA telah membukan penyelidikan formal terhadap Paris Saint-Germain sebagai bagian dari pemantauan klub yang sedang berlangsung berdasarkan peraturan Financial Faur Play (FFP). Investigasi akan fokus pada kepatuhan klub dengan persyaratan impas, terutama mengingat aktivitas transfer terakhirnya.”

Hal ini dimengerti bahwa keputusan apakah PSG telah melanggar peraturan amsih belum dapat diambil sampai akhir periode pelapiran keuangan. Namun panitia UEFA telah melakukan langkah investigasi yang tidak biasay untuk mendukung kredibilitas peraturan FFP dan memantau bagaimana PSG memperhitungkan pengeluaran besar-besaran mereka.

Komite tersebut juga akan dapat memeriksa sarana pendanaan penandatanganan Mbappe, menyusul laporan bahwa PSG akan menggunakan periode pinjaman awal, yang akan menunda pembayaran sebenarnya kepada Monaco hingga tahun keuangan berikutnya.

Aturan FFP berusaha untuk mengetahui cara-cara yang diguankan oleh klub untuk memenuhi persayaratan untuk mendekati pemutusan, kerugian ini memiliki batas pada 5 juta euro untuk periode 2015-16, 2015-17, dan 2017-18, atau 30 juta euro jika pemiliki klub menutup keseluruhannya dengan tambahan 25 juta euro. Investasi dalam pengembangan pemain muda, stadion dan infrastruktur lainnya diperbolehkan dan diimbangi dengan kerugian yang lebih besar dari hal itu.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top