BERITA BOLA

TRANSFORMERS! 6 Pemain Kelas Dunia Dengan Perubahan Terbaik Yang Meningkatkan Karir Mereka

Sepakbola adalah olahraga fisik yang menuntut disiplin keras bagi para pelakonnya untuk dapat mempertahankan permainan di level teratas, bahkan terkadang, tidak cukup hanya bagus di satu posisi, ada beberapa pemain yang karirnya mengalami peningkatan setelah rela ‘bertransformasi’ baik dari segi fisik maupun posisi taktikal. Berikut kami kumpulkan beberapa sosok pemain yang berhasil melakukan hal tersebut.

 

6. Aritz Aduritz

Aritz who? Mungkin bagi sebagian besar penggemar sepakbola, nama Aritz Aduritz bukanlah nama yang familiar, namun di Liga Spanyol, ia telah sejajar dengan sejumlah striker kelas dunia di Liga tersebut, bahkan melampaui beberapa diantaranya. Aduritz menunjukkan permainan cemerlang dan menjadi salah satu penyerang tertajam di La Liga setelah kembali memperkuat klub asalnya, Athletic Bilbao di tahun 2012 silam. Kini, ia telah mencatatkan 82 gol dari 158 pertandingan bersama Bilbao, yang lebih istimewa, Aduritz baru mulai angkat nama sebagai predatorn ganas kotak penalti di usia 31 tahun! Dan ia belum menunjukkan tanda-tanda penurunan performa hingga saat ini, bahkan sampai dipanggil memperkuat tim nasional Spanyol. Aduritz betul-betul merupakan representasi dari ‘tua-tua keladi, makin tua makin menjadi’

 

5. Arturo Vidal

Saat pertama kali datang ke Eropa untuk memperkuat Bayer Leverkusen di tahun 2007, Arturo Vidal hanyalah ‘gelandang berprospek cerah’ dengan segudang teknik individu ciamik khas pemain Amerika Latin. Genap sepuluh tahun berselang, pemain tim nasiona Cili itu kembali ke Jerman setelah merumput di Italia bersama Juventus dan menjadi andalan di lini tengah Bayern Munich. Vidal saat ini dikenal sebagai jangkar kokoh dengan fisik prima, stamina kuda dan, rambut mohawk bercorak khas, tato dan tekel yang menggentarkan hati pemain lawannya. Ia juga memiliki kemampuan taktis yang baik dan nyaris selalu dapat beradaptasi dengan baik pada strategi yang diterapkan para pelatihnya.

 

4. Gareth Bale

Mengawali karir di Southampton sebagai bek kiri, Gareth Bale mungkin tidak akan sebesar saat ini jika dia tidak memutuskan untuk menggeser posisinya ke area sayap saat bermain untuk Tottenham. Keputusan itu terbukti sangat tepat karena Bale kemudian angkat nama sebagai sayap kidal dengan kecepatan kilat, dribel magis, dan sepakan akurat, sampai pada puncaknya ia menghabisi bek tangguh Maicon yang kala itu bermain di Internazionale Milan dua leg putaran final Liga Champion berturut-turut. Saat ini, Bale menyandang predikat sebagai punggawa Los Galacticos Real Madrid dan ia tak berhenti untuk memperkuat tubuhnya sehingga lebih kuat dan berisi. Hal itu, ditambah skill dan kecepatannya yang masih di atas rata-rata membuat pemain Wales itu menjadi satu dari segelintir ‘spesimen’ di kancah sepakbola yang nyaris tak memiliki kelemahan dan mampu dengan mudah sendirian mengobrak-abrik lini pertahanan lawan.

 

3. Victor Moses

Setelah gagal bersama Liverpool, Stoke, dan bahkan West Ham, tak banyak yang mengharapkan sesuatu dari kehadiran Victor Moses di skuad tangguh Chelsea, namun alih-alih kembali menjadi penghangat bangku cadangan seperti yang diprediksi banyak orang, Moses menjadi sosok vital di kesebelasan inti pelatih Antonio Conte saat ini yang seperti kita ketahui bersama, tengah menguasai puncak klasemen Liga Inggris dan baru dua kali menelan kekalahan. Alasan utama Moses dapat melakukan hal tersebut adalah kesediaannya untuk menanggalkan posisi alamiahnya sebagai sayap kanan dan melakoni peran sebagai wing-back. Pergantian posisi tersebut nyatanya berhasil memaksimalkan potensi Moses hingga pemain asal Nigeria tersebut tak tergantikan di kiri pertahanan Chelsea sebagai tandem sepadan Marcos Alonso yang beroperasi di sisi kanan.

 

2. Antonio Valencia

Sebelum Moses, ada satu pemain yang karirnya juga mengalami peningkatan signifikan setelah bertukar peran; Antonio Valencia. Bagi para pemain game Football Manager, pastinya masih ingat kala pemain Ekuador itu baru didatangkan dari Wigan di tahun 2009. Valencia awalnya diplot sebagai pelapis Nani di sayap kanan di bawah rezim Alex Ferguson. Namun kemudian, di penghujung karirnya, Sir Alex mulai menemukan fungsi baru dari Valencia saat United didera badai cedera yang membuat stok bek kanan Setan Merah habis, alhasil, Ferguson ‘terpaksa’ memasang Valencia di posisi tersebut. Namun tak dinyana, Valencia malah menunjukkan sejumlah performa cemerlang, dan hingga saat ini, ia belum juga tergantikan di posisi tersebut meski United sudah melalui era dua pelatih. Jose  Mourinho sendiri secara pribadi memuji Valencia sebagai pemain yang kuat, atletis dan memiliki kecerdasan bertahan.

 

1. Cristiano Ronaldo

Tak diragukan lagi pemain dengan fisik paling prima di level teratas sepakbola saat ini, Cristiano Ronaldo memang pemain yang sudah sangat (terlalu) terkenal di lapangan hijau, namun ia tidak serta merta mendapatkan predikat tersebut. Saat pertama tiba di Inggris dan bermain untuk Manchester United, ia ‘hanyalah’ sayap kiri dengan dribel menawan, namun secara fisik, ia jauh dari ideal. Lambat laun, Ronaldo dengan giat melatih bukan hanya teknik dan taktik, tapi juga otot-otot tubuhnya. Sekarang, jika melihat ia bermain, Ronaldo memiliki sejumlah keunggulan dari rivalnya Lionel Messi, yakni fisik yang prima dan kaki yang sama-sama ‘hidup’ sehingga ia bisa dikatakan menguasai empat posisi penyerangan (sayap kiri, sayap kanan, penyerang depan dan penyerang bayangan) sama baiknya. Tak hanya ‘rakus’ mencetak gol, Ronaldo juga tak jarang membuat assist indah bagi rekannya serta dengan cerdik membuka ruang untuk menguntungkan timnya. Tak heran ia bisa disebut sebagai ‘mesin sepakbola’ paling lengkap saat ini.

Apa pesan yang dapat kita petik dari para pemain di atas? Perubahan tak selamanya buruk. Terus berlatih dengan giat untuk memaksimalkan potensi kita dan jangan takut untuk mencoba hal baru, karena bukan tidak mungkin disanalah kita akan menemukan kesuksesan yang sesungguhnya.

Apakah ada pemain lain diluar daftar tersebut yang menurut kamu dapat disebut mengalami peningkatan karir yang signifikan setelah bertransformasi? Share pendapat kamu di kolom komentar ya!

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top