Piala Dunia

Timnya Gagal Lolos Piala Dunia, Punggawa Irlandia Ini Jadi Sasaran Rasisme

Isu rasisme telah menjadi momok menakutkan di dunia sepakbola, dan masih saja terjadi hingga sekarang. Terakhir, salah satu pemain tim nasional Irlandia, Cyrus Christie, menjadi korban hinaan bernada rasis setelah gagal membawa negaranya lolos ke putaran final Piala Dunia tahun depan.

Irlandia resmi tidak lolos penyisihan grup kualifikasi Piala Dunia setelah dihantam Denmark dengan skor telak 5-1. Parahnya lagi, sejumlah fans tim nasional kemudian melontarkan hinaan keras kepada sejumlah pemain, terutama pada Christie yang memang keturunan kulit hitam. “Kamu tidak ada harganya sama sekali bro, main saja untuk Jamaika kamu bajingan jelek” cuit sebuah akun seperti dikutip oleh The Sun.

Ucapan tersebut tentunya membuat murka sejumlah pihak, terutama rekan satu tim Christie, James McClean. Berbicara di sela-sela penganugrahan gelar Pemain Terbaik Irlandia, McClean mengungkap kemarahannya terhadap cuitan rasis tersebut.

“Semua orang melihat laga (kontra Denmark) dan itu memang buruk, kami tahu. Tapi beberapa komentar setelahnya, yang juga ada di instagram saya, jauh hubungannya dengan sepakbola. Satu orang pemain secara khusus disuruh bermain saja untuk Jamaika. Anda tafsirkan saja itu sendiri.” ujar James berapi-api.

“Itu sangat membuatnya kesal. Komentar saya tidaklah berdasarkan pada sepakbola, tapi lebih ke arah personal. Komentar itu ditujukan pada pemain yang telah menjadi pelayan yang baik bagi negaranya dan itu menorehkan luka yang mendalam. Pemain itu berlinang air mata, ngomong-ngomong. Anda baru saja gagal ke Piala Dunia dan kemudian harus menerima hal itu..” lanjutnya geram.

Pemain sepakbola memang sangat rentan dengan hal-hal semacam ini, terlebih di situasi dimana tim yang dibelanya kalah. Mereka berada di bawah mata publik selama 24 jam dan karena profesi mereka, orang-orang beranggapan boleh bicara apa saja, hingga terkadang lupa bahwa yang mereka hina juga adalah manusia, seperti halnya sahabat, saudara, bahkan keluarga mereka sendiri.

Say NO to racism! Dan mari sama-sama kita budayakan berpikir sebelum memberi komentar di laman sosial media.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top