BERITA BOLA

Tersinggung, Deschamps Tuntut Cantona

Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, telah mengajukan keluhan atas penghinaan terhadap Eric Cantona.

Cantona memberikan wawancara pada surat kabar Guardian di Inggris pada bulan Mei 2016, di mana dia mempertanyakan penanganan Deschamps tentang Karim Benzema dan Hatem Ben Arfa selama bertanggung jawab atas Les Bleus (julukan Prancis).

Benzema ditinggalkan di turnamen Euro 2016 yang berlangsung di Prancis saat dia terlibat dalam usaha pemerasan terhadap Matthieu Valbuena.

Pengadilan Kasasi Prancis, pengadilan banding tertinggi di negara tersebut, membatalkan keabsahan penyelidikan dugaan keterlibatan Benzema terkait potensi pemerasan pada bulan Juli dan dia telah tersedia untuk seleksi internasional sejak Euro 2016.

Namun Deschamps memilih untuk meninggalkan bintang Real Madrid itu, sementara Ben Arfa – yang gagal mengesankan di Paris Saint-Germain – terakhir bermain untuk Prancis ketika melawan Inggris pada November 2015.

Berbicara kepada RMC (30/11/2017), Carlo Alberto Brusa (pengacara Deschamps) mengkonfirmasi bahwa kliennya akan mengambil tindakan hukum karena klaim Cantona bahwa Benzema dan Ben Arfa telah diperlakukan secara berbeda karena etnis mereka.

“Ketika kita dianggap rasis dan bukan begitu kenyataannya, kita menginginkan keadilan,” kata Brusa. “Itu berarti bahwa ucapan tertentu harus dikenai sanksi oleh peradilan pidana, itu berarti penghinaan yang harus dipertanggungjawabkan.

“Akan ada beberapa peristiwa kedepannya, tentu saja terkait pernyataan seorang legenda sepakbola yang seharusnya bisa lebih menjaga sikap. Mungkin karakter memang tidak bisa diubah.”

Brusa juga menyatakan bahwa ucapan Cantona cukup berbahaya dan bisa memicu spekulasi di tingkat nasional.

“Konteksnya sangat berat dan ada debat yang hampir senasional dan publik untuk mengetahui apakah Mr Deschamps rasis atau tidak,” dia menambahkan.

“Ini adalah sesuatu yang bisa menimbulkan konsekuensi bencana, meski Deschamps sangat kuat dan sanggup menghadapi situasi ini. Saya harap pihak yang terkait bisa tampil ke publik dan mengklarifikasi maksud ucapannya itu, agar masalah semacam ini tidak panjang.”

Deschamps mempertahankan posisinya sebagai pelatih Prancis setelah mengalami kekalahan di tangan Portugal pada final Euro 2016 dan membawa tim tersebut lolos ke Piala Dunia 2018.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top