Serie A

Tentang Paulo Dybala, Ballon D’Or, Dan Nyaris Berhenti Dari Sepakbola

Jika dilihat dari postingan di akun instagramnya, sepertinya kehidupan tak bisa berjalan lebih baik lagi bagi Paulo Dybala. Namun siapa sangka ternyata playmaker asal Argentina tersebut malah mengungkap bahwa hidup sebagai pesepakbola top dunia tidaklah selalu mulus. Ia juga mengisahkan sempat berpikir untuk berhenti dari lapangan hijau saat ayahnya divonis menderita kanker.

Dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair Italia, Dybala mengisahkan pengalaman pahit, impian serta proses keras hingga ia dapat berada di posisi saat ini. “Saat kami mendapatkan bola di kaki, sebagai pemain kita selalu merasa sangat bahagia. (Namun) apa yang terjadi di luar lapangan, jauh dari kamera, seringkali tidaklah indah” tutur Dybala. “Apa yang terjadi kepada pesepakbola yang mencapai level seperti saya? Kebanyakan waktu, mereka adalah orang-orang kesepian” ungkapnya.

Di kesempatan tersebut, Dybala juga mengisahkan tahun-tahun debutnya sebagai pebola profesional yang penuh kerja keras. “Tuhan memberikan kita karunia yang hebat, tapi karunia tersebut harus dikembangkan. Saya telah melihat banyak pemain fenomenal di tim mudah yang membuat orang-orang berkata: ‘jika saja mereka memiliki pola pikir yang benar, mereka bisa menjadi Maradona atau Messi berikutnya’. Saya selalu bekerja keras untuk menghindari hal tersebut dikatakan pada saya” papar Dybala serius.

Lebih lanjut, Dybala juga bercerita mengenai meninggalnya sang ayah yang membuatnya nyaris berhenti dari sepakbola. “Dia (ayah Dybala) meninggal karena kanker saat saya berusia 15. Kematiannyan amat menyakitkan buat saya” beber Dybala sendu. “Di bulan-bulan terakhir sebelum ia wafat, ayah tak bisa lagi datang dan melihat saya di klub dimana saya bermain, jadi tim saya seringkali membiarkan saya pulang sejenak untuk bisa bersamanya. Tapi enam bulan tidaklah cukup dan saya nyaris berhenti dari sepakbola. Saya selalu memikirkan ayah dan mendedikasikan semua gol saya untuknya” ujar Dybala.

Beberapa pekan terakhir, Dybala memang tengah kesulitan untuk menjebol jala lawan bersama Juventus, tapi pemain yang murah senyum itu yakin bisa mengakhiri paceklik golnya dan bersiap untuk mewujudkan impiannya sejak kecil.

“Saat kami masih kecil dan suka berkumpul mengelilingi api unggun di musim panas, saya selalu memohon untuk bisa memenangkan Ballon D’Or” kata Dybala. “Memenangkannya akan menjadi pesan yang penting bagi banyak anak-anak dan mereka yang lahir di tempat kecil, jauh dari pusat metropolitan”

“Itu artinya mereka bisa berharap untuk menceritakan kisah yang serupa dengan saya” tukasnya.

Dybala kecil bersama almarhum ayahanda, Adolfo Dybala

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top