BERITA BOLA

Tentang Depresi Yang Nyaris Akhiri Hidup Chris Kirkland

Mantan kiper andalan Liverpool, Chris Kirkland, belum lama ini berkisah tentang ‘peperangan’ peliknya menghadapi depresi, yang menjadi faktor utama dirinya untuk mengakhiri karir di lapangan hijau dan bahkan sempat membuatnya terpikir untuk mengakhiri nyawanya.

Berbicara kepada harian The Guardian, Kirkland menceritakan bahwa ia sempat merasa malu untuk membuka diri perihal penyakit kejiwaan yang dideritanya tersebut, namun sekarang sudah mulai merasa nyaman untuk berbicara setelah mendapat bantuan psikolog profesional.

“Mudah bagi saya untuk berbicara mengenai hal itu sekarang karena saya telah melihat jalan keluar darinya. Itu adalah hal terbesar dan kini saya hanya ingin menghimbau pada orang lain dan juga pemain (sepakbola) lain bahwa kalian hanya butuh untuk membicarakannya dengan seseorang” papar Kirkland membuka kisahnya.

“Saya tidak pernah melihat jalan keluar hingga saya mulai berbicara mengenai hal itu. Ada ketakutan, tapi begitu anda mulai berbicara, saat itulah anda memnolong diri anda dan juga keluarga anda. Itu (depresi) adalah hal besar yang memukul, dan lambat laun anda tidak mau pergi keluar. Anda tidak mau berbicara dengan orang lain, anda mematikan ponsel dan tidak membalas pesan apapun. Itu adalah lingkaran setan dan anda tak bisa keluar dari sana dengan kekuatan sendiri” bebernya.

Kirkland mengakhiri karir panjangnya tahun silam setelah ia meminta pihak klub Bury untuk ‘merobek kontraknya’ karena kala itu ia tengah depresi berat. Kiper yang pernah dipanggil memperkuat tim nasional Inggris itu juga mengaku bahwa kematian mantan bintang Newcastle, Gary Speed karena bunuh diri pada tahun 2011 silam juga turut mempengaruhi pikirannya untuk melakukan hal yang sama. Untungnya Kirkland ingat bahwa ia masih memiliki istrinya, Leeona dan putri semata wayangnya, Lucy.

“Saya selalu bertanya pada diri sendiri: ‘Akankah saya melakukan sesuatu terhadap diri saya? Akankah saya menyakiti diri saya? (Tapi akhirnya) saya tak pernah melakukan hal-hal tersebut karena Leeona dan anak kami, Lucy. Tapi saya sangat kuatir betapa dekatnya saya dengan langkah selanjutnya (bunuh diri). Saat itulah saya berkata : ‘Saya harus berhenti bermain sepakbola” tukas Kirkland dengan nada muram.

Depresi adalah penyakit kejiwaan yang bisa menyerang siapapun dan dapat berakibat fatal. Jika anda mengalami gejala depresi, stres ataupun memiliki tendensi untuk bunuh diri, segeralah hubungi rekan atau kerabat terdekat. Nyawa anda lebih berharga daripada kegagalan sebesar apapun yang ada di pikiran anda.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top